MENJELANG libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Kabupaten Banjarnegara memastikan pasokan LPG 3 kilogram serta BBM di jalur wisata dalam kondisi aman dan mencukupi.
Koordinator LPG 3 Kilogram Kabupaten Banjarnegara, Supono, mengatakan kuota LPG 3 kg di Banjarnegara saat ini mencapai 29.600 tabung per hari. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gas bersubsidi masyarakat selama masa libur panjang akhir tahun.
“Untuk pasokan LPG 3 kilogram kami pastikan aman. Distribusi tetap berjalan meskipun hari libur atau tanggal merah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Supono.
Ia menjelaskan, Banjarnegara saat ini telah memiliki dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang selalu siaga. Keberadaan SPBE tersebut memastikan kelancaran pengiriman ke 16 agen LPG yang tersebar di wilayah Banjarnegara tanpa kendala keterlambatan.
150 Pangkalan LPG Siaga 24 Jam Selama Libur Nataru
Sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan selama Nataru, Pertamina bersama Hiswanamigas juga menyiapkan pangkalan siaga yang beroperasi 24 jam. Dari total 1.532 pangkalan LPG 3 kg, sebanyak 150 pangkalan ditetapkan sebagai pangkalan siaga dan ditandai dengan pemasangan spanduk khusus.
“Langkah ini kami lakukan agar masyarakat tetap mudah mendapatkan LPG 3 kilogram, terutama rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro yang memang menjadi sasaran utama subsidi,” jelasnya.
Selain itu, pengawasan distribusi turut diperketat untuk memastikan LPG 3 kilogram tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. Stok di agen dan pangkalan juga dipastikan berada di atas batas aman guna mengantisipasi lonjakan konsumsi.

BBM di Jalur Wisata Dipastikan Aman
Sementara itu, Satgas BBM Banjarnegara, Yudi, memastikan ketersediaan BBM bersubsidi di jalur wisata, khususnya kawasan Dieng, dalam kondisi aman selama libur Nataru. Bahkan, ia memprediksi konsumsi BBM pada libur akhir tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami perkirakan ada penurunan konsumsi dibanding tahun lalu. Salah satunya karena libur Nataru tahun ini berdekatan dengan libur Lebaran, sehingga sebagian masyarakat memilih menunda perjalanan,” ujarnya.
Meski demikian, antisipasi tetap dilakukan dengan menyiagakan lima kendaraan double gardan khusus untuk distribusi BBM bersubsidi di jalur Dieng. Selain itu, disiapkan pula kantong tangki khusus di sekitar SPBU untuk menjaga ketersediaan stok selama libur Nataru.
“Kesiapan ini merupakan hasil koordinasi bersama pemerintah daerah agar distribusi BBM tetap lancar dan tidak terjadi gangguan selama libur Nataru,” katanya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







