SANTRI Pondok Pesantren Mumtaza Banjarnegara meraih juara pertama lomba Syarhil Qur’an tingkat nasional pada ajang Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) yang digelar di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis–Sabtu (15–17 Januari 2026).
Prestasi tersebut diraih oleh tim Mumtaza yang terdiri dari Muhammad Syafi, Muhammad Afdlal, dan Nizar Arsyad. Ketiganya tampil sebagai yang terbaik setelah bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Lomba Syarhil Qur’an pada ajang IBS menilai kemampuan peserta dalam membaca Al-Qur’an, menerjemahkan ayat, serta memaparkan tafsir secara sistematis dan mendalam. Dewan juri menetapkan tim Mumtaza sebagai juara pertama berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh aspek penilaian.
Diikuti Ratusan Santri dari Seluruh Indonesia
Ajang IBS Spesial Bulukumba diikuti lebih dari 500 santri putra dan putri dari berbagai pesantren di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Kapal Munzalan dan berlangsung selama tiga hari.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf. Dalam sambutannya, ia menilai IBS sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi Qur’ani.
“Santri memiliki peran strategis dalam membangun akhlak dan masa depan bangsa melalui nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Andi Muchtar Ali Yusuf.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ustadz Luqmanul Hakim, pembina Masjid Kapal Munzalan. Ia menyampaikan bahwa Indonesia Bahagiakan Santri merupakan bagian dari ikhtiar dakwah untuk memperkuat pembinaan dan jejaring antarpesantren.
Ponpes Mumtaza Buktikan dari Daerah ke Nasional
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Mumtaza Banjarnegara, KH Afit Juliet Nurcholis, menyatakan capaian tersebut menunjukkan santri dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional, baik secara individu maupun kelompok.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa mutu pendidikan pesantren tidak ditentukan oleh besar kecilnya daerah, melainkan oleh sistem pembinaan yang berjalan secara konsisten,” katanya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!






