Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banyumas > Aliansi Masyarakat Sumbang Protes Kerusakan Jalan dan Lingkungan Dampak Aktivitas Tambang Gandatapa
Banyumas

Aliansi Masyarakat Sumbang Protes Kerusakan Jalan dan Lingkungan Dampak Aktivitas Tambang Gandatapa

Besari
Terakhir diperbarui: 11 Januari 2026 16:34
Besari
Membagikan
protes tambang pasir desa gandatapa
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumbang memasang banner penolakan di lokasi tambang di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Minggu (11/01/2026). (Foto: Besari)
Membagikan

Operasional tambang pasir hitam di Desa Gandatapa, Kabupaten Banyumas, menuai protes dari masyarakat. Aktivitas tersebut dituding menjadi penyebab utama degradasi lingkungan serta hancurnya akses jalan di wilayah Kecamatan Sumbang.

Contents
  • Tambang Pasir Hitam Dinilai Rusak Lingkungan dan Infrastruktur
  • Ancaman Krisis Air dan Dampak bagi Pertanian Warga
  • Aktivitas Tambang Tetap Berjalan Meski Ada Pengawasan KLH
  • Warga Desak Penutupan Tambang Secara Permanen

Sebagai bentuk protes, sekitar 100 warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumbang menggelar aksi damai pada Minggu (11/01/2026). Massa mendatangi lokasi tambang, di perbatasan Desa Limpakuwus dan Gandatapa untuk memasang spanduk penolakan terhadap kegiatan pertambangan di sana.

 

Tambang Pasir Hitam Dinilai Rusak Lingkungan dan Infrastruktur

Eka Wisnu, Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sumbang, menjelaskan bahwa aksi ini adalah wujud solidaritas bagi warga Gandatapa. Menurutnya, kerugian paling signifikan yang dirasakan masyarakat saat ini adalah rusaknya infrastruktur jalan secara cepat akibat mobilitas kendaraan berat tambang.

“Jalan-jalan cepat rusak, dan sementara jalan rusak itu tidak pernah dari pihak tambang sendiri yang menyentuh untuk perbaikan, semua hanya menunggu anggaran dari pemerintah. Ini baru beberapa bulan sudah ada yang rusak,” katanya.

Baca juga  Viral Penambangan Lereng Gunung Slamet, Gubernur Jateng Beri Perintah ke Dinas ESDM

Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan bentuk perlawanan terhadap regulasi pemerintah, melainkan kekhawatiran akan masa depan lingkungan bagi generasi mendatang.

“Kita sifatnya bersolidaritas dengan warga Gandatapa pada khususnya untuk memasang spanduk yang pada intinya adalah menolak tambang, karena dampaknya sangat dirasakan, apalagi untuk generasi kita ke depan. Anak cucu kita semua bisa diwarisi bencana,” katanya.

 

Ancaman Krisis Air dan Dampak bagi Pertanian Warga

Selain masalah jalan, Eka menyoroti menyusutnya debit air yang mengancam kebutuhan harian dan lahan pertanian warga. Tanpa adanya evaluasi tegas, kondisi ini diprediksi akan semakin memburuk.

“Debit air berlangsung angsur berkurang, padahal kebutuhan air sangat lah penting,” ujarnya.

 

Aktivitas Tambang Tetap Berjalan Meski Ada Pengawasan KLH

Meski saat ini lokasi tambang telah dipasangi tanda peringatan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), aktivitas di lapangan terpantau masih berjalan normal. Hal inilah yang memicu kekecewaan warga karena pengawasan yang ada dianggap tidak menghentikan operasional tambang.

Baca juga  Libur Panjang Tahun Baru Islam, KAI Daop 5 Catat Lonjakan Penumpang hingga Hampir 15 Ribu Orang

“Pengawasan dari KLH ada, tapi aktivitas penambangan tetap berjalan seperti biasa. Kita ini bukan alergi aturan, tapi yang kita pertimbangkan justru efek dan dampak jangka panjangnya,” katanya.

 

Warga Desak Penutupan Tambang Secara Permanen

Bagi Aliansi Masyarakat Sumbang, solusi berupa penutupan sementara dianggap tidak memadai. Mereka mendesak agar aktivitas tambang dihentikan secara permanen.

“Harapan dari warga, tambang ini ditutup total. Sampai sekarang belum ada tindakan penutupan, masih dalam tahap-tahap berikut dan aktivitas masih jalan,” kata Eka.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:tambang gandatapatambang pasir desa gandatapa
Artikel Sebelumnya Pemimpin Dahulu Pemimpin Menangis karena Takut Hisab, Kini Sibuk Urus Fasilitas: Simak 7 Adab yang Mulai Hilang
Artikel Selanjutnya Liga 4 Jateng Liga 4 Jateng: Ini Hasil dan Klasemen Lengkap Usai Laga Ketiga
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Prakiraan cuaca purwokerto banyumas 16-17 januari 2026
BanyumasRagam

Prakiraan Cuaca Purwokerto Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Hujan atau Cerah?

Oleh Kurnia
es brasil purwokerto
Banyumas

Es Brasil Purwokerto Bukan dari Brazil, Ini Sejarah Nama dan Cita Rasanya

Oleh Kurnia
djoko susanto
Banyumas

Bantah Narasi “Lawan Tak Seimbang”, Djoko Susanto Tegaskan Kemenangan Anthon Donovan di Mahkamah Agung

Oleh Besari
villa purwokerto staycation
BanyumasPlesiran

10 Rekomendasi Villa Purwokerto Terjangkau untuk Staycation Lepas Penat

Oleh Kurnia
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?