Ratusan Warga Banjaranyar Geruduk Balai Desa, Desak Kades Mundur

Besari
Massa saat menggelar aksi damai di depan Balai Desa Banjaranyar, Senin (11/5/2026).

Suasana di Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, memanas pada Senin (11/5/2026). Ratusan warga turun ke jalan mengepung Balai Desa untuk menyuarakan mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa (Kades) Robi Wibowo. Aksi yang berlangsung tertib ini menarik perhatian karena memadukan orasi tajam dengan konsep karoke keliling.

Warga menilai kepemimpinan Robi Wibowo telah kehilangan kredibilitas. “Kami menolak Robi Wibowo sebagai Kepala Desa Banjaranyar. Mundur sekarang juga!” seru Frio Abidin, perwakilan massa, di tengah riuh rendah aksi.

14 Poin Gugatan: Dari Korupsi Hingga Isu Moral Sambil membentangkan spanduk tuntutan, massa memaparkan 14 poin krusial yang menjadi dasar desakan pencopotan jabatan sang Kades. Persoalan yang diangkat mencakup tata kelola keuangan yang buruk hingga tindakan personal yang dinilai melanggar norma:

Ketidakjelasan pengelolaan Pajak PBB, dana sewa pasar malam, parkir, kios, hingga tagihan Rp40 juta dari Inspektorat. Proyek Mangkrak Pembangunan kolam renang dan lapangan desa yang terbengkalai tanpa transparansi anggaran. Penyalahgunaan Wewenang Dugaan pungli program MBG, praktik jual beli tanah kas desa, hingga pencurian material bekas Puskesmas. Bantuan Sosial Penyaluran bantuan beras Polsek yang dinilai tidak tepat sasaran.

Baca juga  Kebakaran Hebat di Purwokerto! Api Lahap Bangunan Kantor dalam Hitungan Menit

Isu Moral & Sosial Dugaan skandal rumah tangga yang dianggap mencederai norma desa serta masalah utang pribadi. Mendesak Intervensi Bupati Melihat rentetan dugaan pelanggaran tersebut, warga meminta Bupati Banyumas segera turun tangan memberikan sanksi tegas. Mereka meyakini bahwa Kades telah melanggar berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Setelah menyampaikan aspirasi secara terbuka, lima perwakilan warga diterima masuk ke Balai Desa untuk melakukan audiensi. Namun, pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup, di mana awak media dilarang melakukan peliputan di dalam ruangan.

Meski situasi di dalam ruang audiensi cukup alot, massa di luar gedung tetap bersikap kondusif. Ketegangan sempat mencair berkat hiburan karoke keliling yang sengaja dibawa warga untuk mengiringi jalannya aksi.

Hingga saat ini, baik pihak Pemerintah Kecamatan Pekuncen maupun Kades Robi Wibowo belum memberikan pernyataan resmi. Audiensi masih terus berlanjut guna mencari titik temu atas tuntutan masyarakat.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!