Zar Lasahido mendorong Padel menjadi olahraga populer di Indonesia. Atlet padel nomor satu Indonesiaini, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga padel di Tanah Air.
- Zar Lasahido Bawa Misi Populerkan Padel ke Daerah
- Padel Cocok dengan Karakter Olahraga Masyarakat Indonesia
- Antusiasme Tinggi di Turnamen Perdana Marii Cup
- Padel Masih dalam Fase Bertumbuh, Okupansi Lapangan Tinggi
- Rencana Turnamen Series Padel di Purwokerto Mulai 2026
- Padel Mulai Tumbuh, Lapangan di Purwokerto Selalu Penuh
- Profil Zar Lasahido, Atlet Padel Nomor Satu Indonesia
- Prestasi Internasional Perkuat Posisi Indonesia di Dunia Padel
Kali ini, Zar hadir langsung di Purwokerto dengan membawa misi besar, yakni memperkenalkan dan mendorong padel agar menjadi olahraga yang dikenal luas serta dimainkan oleh berbagai kalangan masyarakat.
Zar Lasahido Bawa Misi Populerkan Padel ke Daerah

Kunjungan Zar ke Purwokerto merupakan bagian dari rangkaian perjalanannya ke berbagai daerah di Indonesia. Ia tidak hanya fokus pada kota-kota besar, tetapi juga menyasar daerah yang dinilainya memiliki potensi pertumbuhan olahraga yang kuat.
“Saya keliling ke berbagai penjuru Nusantara dengan misi yang sama, mempopulerkan olahraga padel. Termasuk datang ke Purwokerto hari ini, misinya tetap sama,” ujar Zar.
Di Purwokerto, Zar Lasahido terlibat dalam sejumlah kegiatan, mulai dari sesi pengenalan padel, coaching clinic, hingga tampil dalam pertandingan eksibisi.
Melalui aktivitas tersebut, masyarakat dapat melihat langsung bagaimana karakter permainan padel serta teknik dasar yang diperlukan dalam olahraga raket ini.
Padel Cocok dengan Karakter Olahraga Masyarakat Indonesia
Zar menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan padel secara masif. Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai negara dengan tradisi olahraga raket yang sangat kuat.
Bulu tangkis telah lama menjadi olahraga paling populer, sementara tenis juga memiliki basis penggemar yang cukup besar.
“Indonesia ini negara olahraga raket. Badminton sangat besar, tenis juga berkembang. Padel punya karakter yang mudah disukai, sehingga potensinya sangat besar,” jelasnya.
Padel dianggap lebih mudah dimainkan oleh pemula karena aturan yang sederhana dan tempo permainan yang tidak terlalu kompleks.
Faktor ini membuat padel cepat diterima oleh berbagai kelompok usia, baik sebagai olahraga rekreasi maupun kompetitif.
Antusiasme Tinggi di Turnamen Perdana Marii Cup
Padel masih tergolong olahraga baru di Purwokerto. Namun, antusiasme masyarakat yang terlihat dalam penyelenggaraan turnamen Marii Cup justru melampaui ekspektasi.
Ini merupakan kali pertama Zar Lasahido menginjakkan kaki di Purwokerto, dan awalnya ia tidak memasang target atau harapan tertentu.
Namun, suasana turnamen yang berlangsung ramai dengan kehadiran banyak penonton dan suporter membuatnya terkejut. Dukungan yang diberikan dinilai sangat positif dan menunjukkan minat yang besar terhadap olahraga padel.
“Banyak suporter datang, antusias, dan sangat suportif. Itu membuat saya semakin percaya padel bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di Purwokerto,” ungkap Zar.
Padel Masih dalam Fase Bertumbuh, Okupansi Lapangan Tinggi
Zar Lasahido juga menepis kekhawatiran bahwa padel hanya akan menjadi tren sesaat, seperti yang sempat terjadi di beberapa negara Eropa.
Menurutnya, kondisi di Indonesia sangat berbeda. Saat ini, tingkat penggunaan lapangan padel di berbagai daerah masih sangat tinggi dan hampir selalu penuh.
“Padel ini masih bertumbuh. Okupansi lapangan di mana-mana tinggi dan selalu penuh. Artinya, minat masyarakat masih besar dan belum akan turun,” jelasnya.
Ia bahkan meyakini bahwa semakin banyak lapangan padel yang dibangun, justru akan semakin mempercepat pertumbuhan olahraga ini.
Dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk mencoba dan menikmati padel.
Rencana Turnamen Series Padel di Purwokerto Mulai 2026

Sementara itu, Ivan Kurniawan selaku Founder Marii Club yang menginisiasi Marii Cup menyampaikan bahwa turnamen tersebut merupakan yang pertama kali digelar di Purwokerto. Total terdapat 40 pemain yang ambil bagian, terdiri dari 12 pasangan putra dan delapan pasangan putri.
Menurut Ivan, antusiasme peserta sebenarnya jauh melebihi kapasitas yang tersedia. Lebih dari 80 pemain mendaftar, termasuk dari luar kota seperti Yogyakarta. Namun, keterbatasan lapangan membuat panitia harus membatasi jumlah peserta.
Ke depan, Marii Club berencana mengembangkan turnamen ini menjadi sebuah turnamen seri pada 2026.
Dalam satu tahun, direncanakan akan digelar lima hingga enam seri dengan sistem pengumpulan poin, sebelum ditutup dengan babak final di akhir tahun.
“Misi kami jelas, menggairahkan olahraga padel di Purwokerto. Ini olahraga baru, tapi kami ingin padel bisa booming seperti di Jakarta atau Bali,” ujar Ivan.
Padel Mulai Tumbuh, Lapangan di Purwokerto Selalu Penuh
Saat ini, Purwokerto baru memiliki tiga lapangan padel yang aktif beroperasi. Meski jumlahnya terbatas, seluruh lapangan tersebut hampir selalu terisi penuh setiap hari.
Kondisi ini menjadi indikator awal bahwa padel memiliki potensi besar untuk berkembang di wilayah tersebut.
Ivan pun optimistis, dengan bertambahnya event dan fasilitas, padel akan semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat Purwokerto dan sekitarnya.
Profil Zar Lasahido, Atlet Padel Nomor Satu Indonesia
Zar Lasahido lahir pada 8 Agustus 1989 dan besar di Amsterdam, Belanda. Ia memiliki darah Indonesia dari orang tuanya yang berasal dari Gorontalo. Pengalamannya bermain padel di Eropa menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.
Dalam catatan resmi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), Zar Lasahido saat ini menempati peringkat satu nasional dengan raihan 1.638 poin.
Di level internasional, ia juga menorehkan prestasi dengan menembus perempat final FIP Bronze Thailand 2025 bersama atlet Malaysia, Christian Didier.
Hasil tersebut mengantarkannya ke peringkat 396 dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta persaingan padel internasional.
Prestasi Internasional Perkuat Posisi Indonesia di Dunia Padel
Selain prestasi individu, Zar juga menjadi bagian dari debut tim nasional Padel Indonesia di Asia Cup 2025 di Qatar. Ia berharap pencapaiannya dapat menginspirasi atlet-atlet muda Indonesia untuk berani menekuni padel secara profesional.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus tumbuh dan dukungan dari berbagai pihak, misi Zar Lasahido menjadikan padel sebagai olahraga populer di Indonesia kian menunjukkan arah yang positif.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.







