Barasuara, grup musik rock alternative yang manggung di Nicetime Café Purwokerto, Jumat (12/12/2025) malam menyerukan kepada semua pihak untuk peduli kepada bencana alam yang terjadi di pulau Sumatera.
Di sela-sela konser, pentolan grup Barasuara, Iga Masardi mengajak kepada Penunggang Badai-fans mereka, untuk peduli dan berempati atas terjadinya bencana alam di pulau Sumatera. Segala bentuk bantuan diharapkan bisa meringankan beban mereka yang terdampak bencana alam. “Walaupun malam ini kita bernyanyi bersama,jangan sampai kita melupakan saudara kita di Pulau Sumetera yang tertimpa bencana alam,” pesannya.
Barasuara tampil dalam rangkaian tur album Jalaran Sadrah di lima kota. Purwokerto merupakan kota ketiga, setelah sebelumnya grup musik ini melakukan konser di Bandung dan Cirebon.
Mainkan Kolaborasi Musik dan Art
Barasuara tampil di Purwokerto dengan permainan musik serta kolaborasi vocal yang prima. Grup musik asal Jakarta ini juga menggabungkan kepiawaian aksi panggung dengan visual art. Sehingga suasana teatrikal terasa kental di panggung yang sederhana. Permainan lampu dan desain panggung yang eksotik sesuai dengan lagu-lagu Barasuara yang puitis dan memiliki makna simbolik.Tata panggung karya visual artis Mondo Gascaro dibuat tematik sesuai dengan judul lagu yang dimainkan.
Tampilkan Konser Yang Intim
Penampilan Barasuara di Nicetime Café Purwokerto juga menyuguhkan sesuatu yang lain. Mereka tampil santai sekaligus komunikatif dengan penonton. Bahkan di sela-sela penampilan, Iga Masardi yang juga Frontman grup ini sempat bertanya kepada penonton. “Siapa yang punya pemotong kuku,” katanya sambil menunjukkan kuku jari tangannya yang agak panjang, membuat dia kesulitan memainkan gitarnya.
Kontan saja penonton bereaksi. Sebelumnya dia juga sempat menanyakan ke penonton. ‘Siapa yang haus, butuh minum, butuh perhatian, butuh tempat tinggal,” ujarnya bercanda. Penonton yang kebanyakan adalah generasi milenial dan gen z benar-benar menikmati jalinan komunikasi yang akrab dan santai tersebut.
Mainkan Kolaborasi Lagu
Barasuara tak hanya memainkan lagu dari album Jalaran Sadrah yang merupakan album ketiga Lagu- Pikiran dan Perjalanan, Taifun, Seribu Racun dan Guna Manusia serta Pancorona yang ada di album kedua Pikiran Perjalanan (2019) serta Taifun dan Sendu Melagu dari album Taifun (2015) juga ditampilkan secara ciamik. Kolaborasi lagu lintas album selalu ditimpali koor penonton.Barasuara juga tampil dengan aksi panggung akustik di beberapa lagu. Termasuk lagu baru berjudul “Alon-Alon” yang akan dirilis di tahun 2026.
Lantunkan Terbuang Dalam Waktu
Lagu Terbuang Dalam Waktu yang menjadi Ost Film Sore Istri Untuk Masa Depan tak ketinggalan dilantunkan. Sebelumkan melantunkan lagu itu, Iga Masardi menyampaikan bahwa lagu tersebut membuat Barasuara bisa berkeliling Indonesia dan melakukan konser di tempat yang sebelumnya tak pernah dikunjungi. “Terima kasih kepada sutradara film Sore mas Yandri Laurens yang sudah mempercayakan lagu Terbuang Dalam Waktu menjadi soundtrack film Sore. Lagu ini membuat semuanya berubah karena menjadi viral,” ucapnya.
Lagu Terbuang Dalam Waktu juga mendapatkan ganjaran penghargaan sebagai Lagu terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2025 dengan kategori pencipta lagu tema terbaik.
Konser di Semarang dan Jakarta
Konser Barasuara di Nicetime Café yang berlangsung dua jam seperti tak terasa. Pukul 22.00 WIB konser ditutup dengan lagu Api dan Lentera. Penonton ikut berjingkrak seakan tak mau konser diakhiri. Setelah dari Purwokerto, Barasuara akan melanjutkan konser di SMI Hall Semarang pada Minggu (14/12/2025) dan Bali United Jakarta pada Sabtu (20/12/2025).







