Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Kabar Baik untuk Petani Jateng, Klaim Asuransi Gagal Panen Segera Cair
BeritaJateng

Kabar Baik untuk Petani Jateng, Klaim Asuransi Gagal Panen Segera Cair

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 19 Januari 2026 18:04
Syarif TM
Membagikan
Gagal panen akibat terendam banjir
Kondisi lahan gagal panen akibat banjir yang ada di wilayah Jawa Tengah.
Membagikan

KABAR menggembirakan datang bagi petani di Jawa Tengah di tengah ancaman gagal panen akibat banjir. Pasalnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan proses klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani terdampak banjir di sejumlah daerah kini memasuki tahap akhir dan pencairan diperkirakan segera dilakukan.

Contents
  • Ratusan Hektare Sawah Gagal Panen Akibat Banjir, Kudus dan Pati Paling Luas
  • Daerah Rawan Jadi Prioritas Perlindungan Asuransi
  • Pemprov Jateng Siapkan Rp1,8 Miliar untuk AUTP 2026

Adanya banjir yang melanda wilayah Jawa Tengah, Pemprov Jateng telah langsung mengajukan klaim AUTP untuk lahan pertanian yang gagal panen akibat terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Pati, Grobogan, dan sebagian wilayah Jepara. Seluruh data klaim saat ini sudah berada di PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk proses validasi sebelum pencairan ganti rugi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, pendataan lahan terdampak banjir telah rampung, khususnya di Kudus, Pati, dan Grobogan. Data tersebut telah diunggah melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) sebagai dasar pengajuan klaim.

Baca juga  Jelang Liga 4, Tren Persak Kebumen Terus Menanjak

“Data klaim sudah kami kirim ke Jasindo. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi lapangan bersama petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan di masing-masing daerah,” ujar Frans, Senin (19/1/2026).

Ratusan Hektare Sawah Gagal Panen Akibat Banjir, Kudus dan Pati Paling Luas

Frans menjelaskan, proses validasi biasanya membutuhkan waktu sekitar 15 hari sejak laporan kejadian diterima. Setelah dinyatakan valid, dana klaim akan langsung disalurkan kepada kelompok tani terdampak.

Di Kabupaten Kudus, luas lahan padi yang gagal panen akibat terdampak banjir mencapai 315,49 hektare, jumlah tersebar berada di Kecamatan Jati, Kaliwungu, Mejobo, Undaan, dan Jekulo.

Sementara di Kabupaten Pati, banjir merendam sekitar 672,12 hektare lahan padi di Kecamatan Jakenan dan Gabus. Adapun di Kabupaten Grobogan, tercatat 83,3 hektare sawah di Kecamatan Brati turut terdampak.

“Umumnya klaim AUTP diberikan pada tanaman padi yang sudah mendekati masa panen dan tidak bisa diselamatkan. Di Kudus, sebagian besar sawah memang sudah siap panen saat banjir datang,” katanya.

Daerah Rawan Jadi Prioritas Perlindungan Asuransi

Berdasarkan peta risiko AUTP Jawa Tengah 2025, terdapat empat daerah yang masuk kategori rawan terdampak perubahan iklim dan bencana, yakni Demak, Pati, Kudus, dan Grobogan. Keempat wilayah tersebut menjadi prioritas dalam program perlindungan asuransi pertanian.

Baca juga  Ada Tiket Spesial Goa Jatijajar Kebumen Selama Libur Nataru

Sementara itu, Kabupaten Jepara belum masuk dalam skema AUTP 2025. Meski demikian, Pemprov Jateng tetap menyiapkan bantuan alternatif bagi petani terdampak.

“Untuk Jepara, karena belum terdaftar AUTP, kami menyiapkan bantuan berupa benih padi dan pupuk agar petani bisa segera menanam ulang,” ujar Frans.

Pemprov Jateng Siapkan Rp1,8 Miliar untuk AUTP 2026

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah menginstruksikan seluruh kepala daerah di wilayah terdampak cuaca ekstrem untuk segera mengajukan asuransi gagal panen sebagai bentuk perlindungan bagi petani.

“Untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera mengajukan asuransi gagal panen,” kata Gubernur Ahmad Luthfi.

Pada 2026, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk program AUTP, yang ditujukan melindungi lahan pertanian seluas 10.449 hektare. Kebijakan ini diambil untuk menjaga ketahanan dan swasembada pangan Jawa Tengah di tengah ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:asuransiBanjirgagal panen
Artikel Sebelumnya MK MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana Atas Berita Yang Dibuat
Artikel Selanjutnya bayu skak Purwokerto Dipilih Bayu Skak Jadi Lokasi Syuting Film Jawa-Ngapak, Ini Deretan Pilihan Tempatnya
ISRA MIRAJ
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Sudewo
JatengNasional

Bupati Pati Sudewo: Dulu Didemo Besar-besaran agar Dimakzulkan, Kini Ditangkap KPK

Oleh Djamal SG
banjir pekalongan
Jateng

Banjir Pekalongan Meluas, Pemkot Tetapkan Tanggap Darurat

Oleh Santo
tinjau banjir pekalongan
BeritaJateng

Tinjau Lokasi Banjir Pekalongan, Wagub Minta Prioritaskan Evakuasi Kelompok Rentan

Oleh Syarif TM
65 personel
BeritaPurbalingga

65 Personel Polres Purbalingga Terima Tanda Kehormatan di Hari Kesadaran Nasional

Oleh Budi Pekerti
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?