Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Kolaborasi Senyap Kampus dan Pemprov Jateng, Fondasi Baru Pembangunan Daerah 2025
BeritaJateng

Kolaborasi Senyap Kampus dan Pemprov Jateng, Fondasi Baru Pembangunan Daerah 2025

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 28 Desember 2025 18:58
Syarif TM
Membagikan
Kolaborasi Senyap Gubernur Jateng
Kolaborasi senyao dilakukan oleh Gubernur dalam membangun Jateng. (dok.Pemprov Jateng)
Membagikan

POLA pembangunan di Jawa Tengah memasuki fase baru pada 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak lagi hanya mengandalkan mekanisme birokrasi, tetapi membuka ruang kolaborasi bagi dunia akademik untuk terlibat langsung dalam perencanaan hingga evaluasi kebijakan publik.

Contents
  • Kolaborasi Kampus Turun ke Desa dan Wilayah Rawan Bencana
  • Dari Kesehatan hingga Mitigasi Bencana
  • Target 136 Program hingga 2030

Sebanyak 44 perguruan tinggi negeri dan swasta resmi digandeng Pemprov Jateng untuk mengawal program-program prioritas gubernur. Kolaborasi ini menandai perubahan pendekatan pembangunan: lebih berbasis data, kajian ilmiah, dan kebutuhan riil masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, kerja sama lintas sektor tersebut dilembagakan melalui Forum Rektor, sebagai ruang temu antara kebijakan pemerintah dan nalar akademik.

Kolaborasi Kampus Turun ke Desa dan Wilayah Rawan Bencana

Kerja kolaboratif itu dimulai tak lama setelah pelantikan kepala daerah. Pada 14 Maret 2025, hanya 22 hari setelah dilantik, Pemprov Jateng menandatangani nota kesepahaman dengan 44 pimpinan perguruan tinggi.

Baca juga  Berikut Info Lowongan Kerja di Kebumen, Siapkan Berkasmu

Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Pemprov Jateng, Yasip Khasani, mengatakan setiap kampus diberi tanggung jawab berbeda sesuai karakter dan keunggulannya.

“Dengan pola ini, kebijakan menjadi lebih tepat sasaran karena disusun dari kajian akademik, diuji di lapangan, lalu dievaluasi bersama,” ujarnya, Minggu (28/12/2025).

Hingga akhir 2025, perguruan tinggi telah terlibat aktif dalam 29 program strategis gubernur. Di sektor perumahan, misalnya, 15 universitas dilibatkan melalui KKN Tematik untuk memverifikasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mahasiswa turun langsung ke lapangan memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang berhak.

Dari Kesehatan hingga Mitigasi Bencana

Di bidang kesehatan, sejumlah perguruan tinggi swasta mendukung Dinas Kesehatan dalam sosialisasi sensus kesehatan dan program Speling. Sementara itu, BPBD Jawa Tengah bekerja sama dengan 24 perguruan tinggi untuk penguatan mitigasi dan penanganan bencana berbasis peta risiko dan kajian ilmiah.

Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Dr Wahid Abdulrahman, menilai kolaborasi ini sebagai tonggak baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Baca juga  Bupati Fahmi Usulkan Tenaga Non ASN Jadi PPPK Paruh Waktu

“Setiap kampus bebas memilih program sesuai potensi dan wilayahnya. Hubungan yang dibangun bukan sekadar administratif, tapi saling menguntungkan,” katanya.

Sejumlah program unggulan lahir dari skema tersebut. Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan teknologi desalinasi air payau bagi masyarakat pesisir. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) fokus menangani persoalan stunting di Banyumas, sementara Universitas Sebelas Maret (UNS) mengawal isu sosial di Wonogiri dan Sragen.

Target 136 Program hingga 2030

Pemprov Jateng menargetkan seluruh 136 program kerja gubernur dan wakil gubernur periode 2025–2030 akan dikawal oleh perguruan tinggi. Pada 2026, sebanyak 72 perguruan tinggi swasta lainnya dijadwalkan bergabung.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan MoU.

“Yang kita bangun adalah kerja tematik, mulai dari pembangunan desa, pertanian, UMKM, kesehatan, hingga air bersih,” ujarnya.

Langkah Jawa Tengah ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Menurutnya, keterlibatan kampus memastikan kebijakan publik tidak berbasis intuisi semata.

“Ini langkah cerdas. Kebijakan lahir dari studi dan data, bukan sekadar feeling,” kata Tito dalam forum nasional di Semarang.

Baca juga  Gubernur Bidik Investasi Global, Perumahan Hijau Jadi Arah Baru Pembangunan di Jateng

Di Jawa Tengah, pembangunan kini bergerak senyap namun berdampak. Dari ruang kelas, laboratorium, hingga desa-desa, kolaborasi kampus dan pemerintah membentuk fondasi baru: pembangunan yang ilmiah, efisien, dan membumi.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:gubernur ahmad luthfiGus YasinKolaborasiPemprov Jatengseputar banyumas
Artikel Sebelumnya srati Musibah di Srati Kebumen, Tebing Setinggi 7 Meter Longsor
Artikel Selanjutnya Bupati Fahmi Galang Donasi Hadiri Purbalingga Music Festival, Bupati Fahmi Galang Donasi Bencana Sumatera
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?