Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Kopi Arabika Dawuhan, Dari Konservasi Hingga Jadi Unggulan dan Sumber Cuan
BanjarnegaraBerita

Kopi Arabika Dawuhan, Dari Konservasi Hingga Jadi Unggulan dan Sumber Cuan

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 5 November 2025 19:45
Syarif TM
Membagikan
whatsapp image 2025 11 05 at 17.13.09 1 Kopi Arabika Dawuhan, Dari Konservasi Hingga Jadi Unggulan dan Sumber Cuan
Petani Kopi Desa Dawuhan saat merawat pohon kopi, selain untuk konservasi, kopi juga memiliki nilai ekonomi. (Syarif TM)
Membagikan

SADAR tinggal di wilayah rawan bencana, warga Desa Dawuhan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, memilih langkah cerdas untuk melindungi lingkungannya. Sejak lebih dari satu dekade lalu, mereka melakukan konservasi lahan dengan menanam kopi, tanaman yang tak hanya menahan longsor, tapi juga mendatangkan keuntungan ekonomi.

Perangkat Desa Dawuhan, Tuhri, menjelaskan, inisiatif konservasi ini bermula pada tahun 2012. Saat itu, wilayah Dawuhan dikenal sebagai daerah dengan risiko tanah longsor tinggi, terutama di area lereng perbukitan yang sebelumnya ditanami jagung.

“Dulunya di lereng-lereng tebing warga banyak menanam jagung. Tapi tanahnya jadi mudah erosi dan sering longsor, terutama saat musim hujan. Sejak 2012, warga mulai beralih menanam kopi,” ujar Tuhri.

Menurutnya, berkat pendampingan dan sosialisasi dari berbagai pihak, masyarakat mulai menyadari pentingnya tanaman keras seperti kopi untuk memperkuat struktur tanah. Kini, setelah belasan tahun berjalan, kondisi tanah di Dawuhan jauh lebih stabil.

“Alhamdulillah sekarang sudah sangat jarang terjadi longsor. Selain itu, tanaman kopi juga membuat lahan lebih hijau dan produktif,” katanya.

Baca juga  Hari Bela Negara ke-77, Wabup Wakhid Jumali Teguhkan Semangat Kebangsaan di Banjarnegara

Namun, peralihan dari jagung ke kopi tidak berlangsung mudah. Masa tanam kopi yang membutuhkan waktu hingga empat tahun sebelum panen membuat sebagian warga sempat ragu. Meski begitu, hasil kini membuktikan, pilihan itu tak sia-sia.

“Awalnya susah karena butuh waktu lama untuk panen. Tapi sekarang kopi Dawuhan punya nilai ekonomi tinggi. Bahkan jadi produk unggulan desa,” kata Tuhri.

Saat ini, luas lahan kopi di Desa Dawuhan mencapai sekitar 25 hektare, dengan 5 hektare di antaranya sudah berproduksi. Jenis kopi arabika menjadi primadona, karena cocok dengan kondisi geografis setempat dan memiliki cita rasa khas pegunungan Banjarnegara.

Petani kopi lokal, Nur Kodar, turut merasakan manfaat besar dari perubahan tersebut. Ia menuturkan, hasil panen kopi lebih menguntungkan dibanding tanaman semusim seperti jagung atau sayuran.

“Kalau dihitung-hitung, kopi ini hasilnya lebih optimal. Dulu banyak lahan kosong atau batuan wadas yang tidak menghasilkan. Sekarang semua bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Selain memberikan penghasilan tambahan, penanaman kopi juga berdampak positif pada kelestarian lingkungan. Daerah yang dulunya sering terjadi erosi kini jauh lebih aman dan hijau.

Baca juga  Kwarcab Magelang Salurkan Bantuan Rp75 Juta untuk Korban Longsor Pandanarum

“Sekarang jarang sekali terjadi longsor. Jadi menanam kopi bukan hanya untuk kebutuhan ekonomi, tapi juga untuk menjaga alam,” katanya.

Keberhasilan warga Dawuhan ini menjadi contoh nyata bagaimana konservasi bisa berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Dari lereng-lereng yang dulu rawan longsor, kini tumbuh subur tanaman kopi yang menyejahterakan warga sekaligus menjaga keseimbangan alam.

TAG:berita banjarnegarakonservasikopikopi arabikakopi banjarnegarakopi dawuhantanah longsor
Artikel Sebelumnya Wabup Banyumas Dwi Asih Lintarti saat menyampaikan pidato pada acara Pembinaan Anggota Ormas Perempuan, di Pendopo Wabup Banyumas, Rabu (05/11/2025). Wabup Banyumas Dorong Ormas Perempuan Ambil Peran Sentral dalam Pembangunan, Termasuk Atasi Kesenjangan Ekonomi
Artikel Selanjutnya Persibas Banyumas Persibas vs PSGC, Uji Coba Jelang Liga 4
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?