Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Melesat, Investasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Sukses
BeritaJateng

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Melesat, Investasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Sukses

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 26 Desember 2025 15:15
Nestya Zahra
Membagikan
Pertumbuhan ekonomi jawa tengah
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Melesat, Investasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Sukses. (dok. Pemprov Jateng)
Membagikan

MENJELANG akhir tahun 2025, Provinsi Jawa Tengah memperlihatkan kinerja ekonomi yang mengesankan. Meskipun ada tantangan kebijakan pemerintah pusat yang memotong anggaran Transfer ke Daerah (TKD), ekonomi Jawa Tengah tetap berkembang pesat, mencatatkan angka pertumbuhan 5,37 persen pada Triwulan III 2025, mengalahkan angka pertumbuhan nasional yang hanya 5,04 persen.

Contents
  • Investasi Tumbuh Pesat, Serapan Tenaga Kerja Meningkat
  • Pemerintah Daerah Raih Penghargaan Ekonomi
  • Turunnya Angka Kemiskinan: Dampak Langsung Keberhasilan Ekonomi Jawa Tengah
  • Menyongsong 2026: Fokus pada Kolaborasi Industri dan Pertanian
  • Kesejahteraan Masyarakat sebagai Tujuan Utama

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor-sektor utama yang mendorong ekonomi Jawa Tengah adalah industri pengolahan (33,43%), perdagangan (13,44%), pertanian (12,88%), dan konstruksi (11,82%). Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama, berkontribusi 60,64% terhadap perekonomian daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, pusat, kabupaten/kota, serta sektor industri dan Bank Indonesia. “Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencapai hasil luar biasa, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya saat memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat.

Baca juga  Pemprov Jateng Salurkan Hibah Rp16,6 Miliar untuk Pendidikan Tinggi Sepanjang 2025

Investasi Tumbuh Pesat, Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Provinsi Jawa Tengah juga mencatatkan angka investasi yang menggembirakan. Realisasi investasi pada Januari hingga September 2025 mencapai Rp 66,13 triliun, dengan lebih dari 326.000 tenaga kerja terserap, menjadikannya daerah dengan serapan tenaga kerja terbesar kedua di Pulau Jawa.

Pemprov Jateng semakin berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pemerintahan kolaboratif yang mengedepankan transparansi, pelayanan cepat, serta digitalisasi perizinan. Selain itu, pengembangan kawasan industri dan keterampilan vokasi terus didorong untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai.

Pemerintah Daerah Raih Penghargaan Ekonomi

Berbagai upaya Pemprov Jateng dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi mendapat pengakuan internasional. Pada November 2025, Pemprov Jawa Tengah dianugerahi Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment di ajang Indonesia Kita Award, yang diterima langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ekonomi yang berfokus pada kolaborasi dan inovasi memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Turunnya Angka Kemiskinan: Dampak Langsung Keberhasilan Ekonomi Jawa Tengah

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah menurunnya angka kemiskinan. BPS mencatatkan, pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah turun menjadi 9,48%, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang berada di angka 9,58%. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan ekonomi jawa tengah yang pesat membawa dampak positif terhadap taraf hidup masyarakat.

Baca juga  Apel Perdana 2026, Pj Sekda Banjarnegara Tekankan Kemandirian Fiskal dan Hidup Sederhana

Menyongsong 2026: Fokus pada Kolaborasi Industri dan Pertanian

Dalam memandang 2026, Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, menegaskan bahwa Jawa Tengah akan memasuki fase pemulihan dan transformasi struktural. Sektor industri pengolahan dan pertanian akan tetap menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sujarwanto menambahkan, “Sektor industri akan terus berperan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi jawa tengah, sementara sektor pertanian tetap menjaga kestabilan pangan dan inflasi, yang menjadi perhatian utama kami.” Untuk itu, penguatan kemitraan antara industri dan petani, serta digitalisasi dan peningkatan kualitas SDM menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan global.

Meski optimisme tinggi, tantangan besar tetap ada, seperti fluktuasi harga pangan, pasokan bahan baku, dan dinamika global. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menghadapinya dengan memperkuat kawasan industri berbasis teknologi dan ramah lingkungan, serta mempercepat digitalisasi untuk meningkatkan daya saing manufaktur.

Kesejahteraan Masyarakat sebagai Tujuan Utama

Dengan segala upaya yang telah dilakukan, Pemerintah berharap agar pertumbuhan ekonomi jawa tengah yang berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Dari sektor investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga pengentasan kemiskinan, Jawa Tengah terus bergerak menuju masa depan yang lebih cerah dengan penuh harapan.

Baca juga  Indonesia Tersingkir di Piala Dunia U17, Tatap Piala Asia U17

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita seputar banyumasEkonomi Jawa Tengahkekmiskinanpertumbuhan ekonomi
Artikel Sebelumnya Bikin Jalan Mulus Jalan Mulus di Banyumas: Wajah Baru Infrastruktur Jawa Tengah di Masa Liburan
Artikel Selanjutnya Pemain Wijayakusuma FC Cilacap berebut bola dengan pemain Persekat Tegal saat kedua tim bertemu dalam laga uji coba yang berakhir dimenangkan tim asal Kota Cilacap.(Foto: Tim Media Wijayakusuma FC) Sikat Persekat Tegal, Wijayakusuma FC Cilacap Tebar Ancaman Jelang Kick Off Liga 4 Jateng!
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?