Kebakaran terjadi di kawasan permukiman warga Dusun Suryan, Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Rabu (7/1/2026) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan dua rumah warga hangus dilalap api dan menewaskan seorang pria lanjut usia berumur 91 tahun.
Korban diketahui bernama Santohid (91), petani yang tinggal seorang diri di sebuah rumah kayu. Saat peristiwa terjadi, korban diduga tengah berada di dalam kamar sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api dengan cepat membesar dan merobohkan bangunan rumah.
Api pertama kali melahap rumah kayu berukuran sekitar 8 x 6 meter milik korban. Karena jarak bangunan yang berdekatan, kobaran api kemudian menjalar ke rumah permanen milik tetangga korban, Namirto, yang saat itu dihuni lima orang. Beruntung, seluruh penghuni rumah permanen berhasil menyelamatkan diri.
Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Dua bangunan rumah beserta sebagian besar barang di dalamnya tidak berhasil diselamatkan. Total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dikendalikan. Setelah api padam, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah kayu yang telah ambruk.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 00.10 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali diketahui setelah terdengar suara runtuhan dari arah rumah korban.
“Ketika saksi mengecek ke lokasi, kondisi rumah kayu milik korban sudah terbakar seluruhnya dan bagian depan bangunan ambruk. Api kemudian menjalar ke dapur dan merembet ke rumah permanen di sebelahnya,” ujarnya.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual sambil meminta pertolongan tetangga sekitar. Namun, material rumah korban yang didominasi kayu membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Majenang tiba di lokasi sekitar pukul 00.40 WIB. Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.05 WIB setelah petugas menghabiskan kurang lebih 9.000 liter air.
“Setelah api berhasil dipadamkan, korban ditemukan di dalam kamar rumah kayu dalam kondisi meninggal dunia. Korban diduga sedang tertidur saat kebakaran terjadi,” jelas Gatot.
Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang dinyalakan korban di dekat bahan mudah terbakar. Faktor usia lanjut juga menjadi penyebab korban tidak sempat menyelamatkan diri ketika api mulai menjalar.
Jenazah korban dievakuasi oleh tim gabungan Damkar, Polsek Karangpucung, Koramil, tenaga medis Puskesmas Karangpucung I, serta dibantu keluarga. Atas permintaan keluarga, korban tidak dibawa ke fasilitas kesehatan dan langsung disemayamkan di Musala Al Hidayah yang berada di samping rumahnya. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Rabu pagi.
Gatot mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan sumber api di dalam rumah, terutama pada malam hari dan di rumah yang dihuni lansia.
“Kami mengingatkan warga untuk memastikan kondisi rumah aman dari potensi kebakaran, termasuk penempatan obat nyamuk bakar dan peralatan lain yang berisiko memicu api,” pungkasnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







