Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap bergerak cepat menyalurkan bantuan bahan bangunan rumah (BBR) kepada warga terdampak angin kencang di Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan. Bantuan tersebut dikirim sebagai bentuk respons darurat untuk membantu warga memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan kerusakan rumah warga akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut. BPBD memastikan bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak agar rumah warga bisa segera diperbaiki.
“Begitu ada laporan dari wilayah, kami langsung melakukan koordinasi dan menyalurkan bantuan bahan bangunan agar warga bisa segera melakukan perbaikan. Ini bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana,” ujar Taryo, Jumat (2/1/2026).
Pengiriman bantuan dilaksanakan pada Jumat (2/1) sekitar pukul 10.30 WIB hingga selesai. Bantuan disalurkan ke rumah warga atas nama Turmono (55), buruh harian lepas yang tinggal di Dusun Patimuan RT 04/08, Desa Patimuan. Rumah berukuran sekitar 6 x 9 meter tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terjangan angin kencang.
Adapun bantuan BBR yang dikirim BPBD Cilacap meliputi 16 batang kaso, paku berbagai jenis masing-masing satu kilogram, 15 lembar triplek, satu paket hygiene kit, serta satu lembar selimut. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan rumah sekaligus meringankan beban warga terdampak.
Taryo menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan UPTD PKBD Sidareja dan dikoordinasikan dengan pemerintah desa setempat. Selain bantuan dari BPBD, pemerintah desa bersama warga juga melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa material rumah yang rusak.
Saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Pemerintah Desa Patimuan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap, khususnya BPBD, atas bantuan yang telah diberikan kepada warganya.
Taryo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi, terutama pada puncak musim hujan. Ia meminta warga segera melapor ke aparat desa atau BPBD jika terjadi kejadian darurat akibat cuaca.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







