Bencana tanah longsor menutup sejumlah ruas jalan desa di wilayah Desa Sidamulya, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Longsor yang terjadi akibat hujan deras berkepanjangan itu mengganggu mobilitas warga dan memutus akses penting yang selama ini menjadi penopang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan sosial masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, membenarkan adanya laporan longsor tersebut dan menyatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah penanganan lanjutan, termasuk pengerahan alat berat ke lokasi terdampak.
“Dari laporan yang kami terima, material longsoran cukup tebal dan menutup badan jalan hampir sepenuhnya. Penanganan manual tidak akan efektif, sehingga memang dibutuhkan alat berat agar akses bisa segera dibuka kembali. Alat berat sedang dikoordinasikan dengan BBWS dan Dinas PUPR,” kata Taryo, Jumat (2/1/2026).
Peristiwa longsor terjadi pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 14.15 WIB. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan tanah di lereng sisi jalan longsor. Material berupa tanah, lumpur, dan bebatuan menutup badan jalan sepanjang 20 meter dengan ketebalan mencapai sekitar 2,5 meter di beberapa titik.
Akibat kejadian tersebut, jalan desa tidak dapat dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama distribusi hasil pertanian, akses anak sekolah, serta mobilitas warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Taryo menjelaskan, BPBD Cilacap telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan asesmen cepat di lapangan. Penanganan awal memang sudah dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama perangkat desa, namun volumenya yang besar membuat upaya tersebut belum maksimal.
“Prioritas kami adalah membuka kembali akses jalan agar aktivitas masyarakat bisa normal. Setelah itu, kami juga akan memperhatikan aspek keamanan lereng karena potensi longsor susulan masih ada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” jelasnya.
Selain pembersihan material longsor, BPBD juga akan mempertimbangkan langkah stabilisasi sementara lereng untuk meminimalkan risiko kejadian serupa. Taryo mengimbau warga sekitar lokasi agar tetap waspada dan menghindari area rawan longsor saat hujan deras.
“Keselamatan warga menjadi perhatian utama. Kami minta masyarakat tetap berhati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” pungkasnya.
BPBD Cilacap menargetkan penanganan darurat dapat segera dilakukan begitu alat berat tersedia, sehingga akses vital desa kembali dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







