Upaya Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam memerangi kemiskinan ekstrem dan angka stunting mendapat suntikan dana segar. Melalui dana CSR Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan (PKPK), Bank Jateng Cabang Cilacap menyalurkan bantuan sebesar Rp 986.971.200.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Pimpinan Cabang Bank Jateng KC Cilacap, Endah Damayani, kepada Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, di Ruang Prasanda, Komplek Rumah Dinas Bupati, Senin (29/12/2025).
Bupati Syamsul, atau yang akrab disapa Mas Syamsul, menegaskan bahwa dana ini akan langsung dialokasikan ke tiga sektor krusial: penanganan bencana di Majenang, pengembangan budidaya ikan di wilayah pesisir, serta perbaikan sanitasi lingkungan melalui program jambanisasi.
Fokus Jambanisasi: Perangi Bakteri E-Coli
Mas Syamsul memberikan perhatian khusus pada masalah kesehatan lingkungan. Ia menginstruksikan agar bantuan kesehatan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi solusi nyata memutus rantai stunting di titik-titik kemiskinan.
“Stunting bukan hanya soal kurang gizi, tetapi salah satunya disebabkan oleh sanitasi yang buruk. Jika tidak punya jamban, air tanah tercemar bakteri e-coli. Jambanisasi inilah solusinya,” tegas Bupati Syamsul.
Adapun rincian bantuan kesehatan tersebut meliputi pembangunan 20 unit jamban di Kelurahan Tambakreja senilai Rp 127,4 juta dan 42 unit di Kecamatan Majenang sebesar Rp 267,5 juta. Selain itu, alokasi terbesar diberikan untuk pembangunan sarana air bersih di Desa Karangasem, Kecamatan Sampang, dengan nilai mencapai Rp 392 juta.
Dorong Kemandirian Ekonomi di Kampung Laut
Tak hanya urusan perut dan kesehatan, sektor perikanan di Desa Danasri, Nusawungu, dan Desa Ujungalang, Kampung Laut, juga mendapat kucuran dana. Mas Syamsul berharap bantuan ini menjadi stimulan agar kelompok pembudidaya bisa mandiri dan naik kelas.
“Kami ingin melihat ini berkembang menjadi pilot project. Jika berkembang, Bank Jateng siap mendukung dengan kemitraan melalui program-program lainnya agar kelompok benar-benar mandiri,” tambahnya.
Gayung bersambut, Yusworo dari Kelompok Pembudidaya Ikan Karya Mandiri 1 Ujungalang menyatakan komitmennya. Pihaknya berencana mengintegrasikan budidaya bandeng dan mujair dengan konsep wisata mangrove serta kuliner khas Kampung Laut.
“Kami berharap daerah yang memiliki kekhususan seperti Kampung Laut bisa menjadi ikon Cilacap. Kami siap bermitra lebih jauh jika ada program bunga kecil untuk pengembangan usaha kami ke depan,” kata Yusworo.
Serapan CSR Bank Jateng Capai 100 Persen
Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Bank Jateng KC Cilacap, Endah Damayani, mengungkapkan bahwa penyaluran hari ini menggenapi serapan dana CSR Bank Jateng sepanjang tahun 2025.
“Total dana CSR yang telah terserap sepanjang tahun 2025 sudah mencapai 100 persen, yakni sebesar Rp 1,736 miliar. Kami berharap kolaborasi ini berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, termasuk untuk penanganan bencana alam yang baru saja terjadi di Majenang,” ungkap Endah.
Melalui sinergi ini, Pemkab Cilacap berharap keterbatasan APBD bukan lagi menjadi penghalang dalam menyelesaikan permasalahan mendasar masyarakat di ujung selatan Jawa Tengah ini.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







