Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Kabupaten Cilacap yang baru-baru ini dilanda serangkaian bencana alam, mulai dari longsor hingga banjir. Total bantuan senilai Rp 363 juta disalurkan untuk meringankan beban warga terdampak.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Korpri ke-54.
Dana Ratusan Juta untuk Pemulihan
Bantuan tunai senilai ratusan juta rupiah tersebut berasal dari dua sumber utama di lingkungan Korpri, yaitu:
- Dewan Pengurus Korpri Jawa Tengah: Sebesar Rp 34 juta.
- Korpri Kabupaten Cilacap: Sebesar Rp 329 juta.
“Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 363 juta. Ini adalah wujud nyata solidaritas dan komitmen para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat,” ujar seorang perwakilan Korpri.
Bantuan ini akan difokuskan penyalurannya untuk masyarakat yang paling terdampak oleh pergerakan tanah, longsor, dan banjir yang melanda wilayah Kecamatan Majenang dan Wanareja pada November 2025.
Simbolis di Momen HUT Korpri
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam sebuah upacara gabungan yang khidmat di Alun-alun Cilacap, Selasa (2/12/2025).
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, yang juga merupakan Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Cilacap.
Acara penyerahan ini dirangkaikan dengan peringatan hari-hari besar nasional lainnya, yaitu Upacara Peringatan HUT Korpri ke-54, Hari Guru Nasional, HUT PGRI ke-80, dan Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Cilacap.
“Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi warga agar segera bangkit dan mempercepat proses pemulihan pascabanjir dan longsor,” kata Sadmoko. “Solidaritas Korpri menunjukkan semangat ‘Bersatu, Berdaulat, Bersama Korpri Mewujudkan Indonesia Maju’,” kata Bupati.
Pemkab Siapkan Hunian Sementara (Huntara)
Selain bantuan logistik dan finansial, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap juga mengambil langkah strategis jangka panjang untuk penanganan korban bencana yang kehilangan tempat tinggal.
Pemkab saat ini tengah berfokus pada persiapan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya rusak parah. Langkah ini diambil setelah serangkaian kajian teknis dan proses administrasi pertanahan dipenuhi.
Menurut informasi dari pemerintah daerah, hunian sementara ini disiapkan agar masyarakat dapat menempati lahan yang lebih aman dan layak, memitigasi risiko terulangnya bencana, terutama bagi warga yang sebelumnya tinggal di zona rawan longsor.
Pemerintah daerah memastikan bahwa masyarakat akan segera menempati huntara yang aman setelah semua proses selesai. Bantuan Korpri ini sangat membantu dalam masa transisi pemulihan ini.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







