Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Cilacap > Bobok Bumbung, Tradisi Unik Warga Pesanggrahan Cilacap Bayar PBB Sambil Lestarikan Budaya
Cilacap

Bobok Bumbung, Tradisi Unik Warga Pesanggrahan Cilacap Bayar PBB Sambil Lestarikan Budaya

Faiz Ardani
Terakhir diperbarui: 27 Mei 2025 21:02
Faiz Ardani
Membagikan
IMG 20250527 WA0022 Bobok Bumbung, Tradisi Unik Warga Pesanggrahan Cilacap Bayar PBB Sambil Lestarikan Budaya
Warga Desa Pesanggrahan mengarak jolen berisi bumbung PBB. (Faiz Ardani)
Membagikan
Bobok Bumbung
Bupati Syamsul dan Kepala Desa Pesanggrahan saat bobok bumbung PBB. (Faiz Ardani)

SEPUTARBANYUMAS.COM – Bayar pajak biasanya identik dengan antrean panjang dan suasana serius. Namun tidak di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Di sana, kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) justru menjadi pesta rakyat yang meriah, penuh warna budaya dan nuansa gotong royong. Tradisi ini dikenal dengan nama Bobok Bumbung.

Memasuki tahun ke-9 pelaksanaan, Bobok Bumbung bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan sebuah perayaan yang ditunggu-tunggu warga. Ribuan orang dari berbagai RT di desa itu berkumpul, mengenakan pakaian adat Jawa seperti beskap dan kebaya. Mereka mengarak bumbung (bambu yang berisi tabungan untuk membayar pajak) mengelilingi desa, dengan iringan musik tradisional dan jolen sebagai wadah simbolik.

Setelah diarak, bumbung kemudian “dibobok” atau dibuka, dan hasil tabungan diserahkan langsung kepada Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Tahun ini, total pajak yang terkumpul mencapai lebih dari Rp256 juta, sebuah angka yang mencerminkan tingginya kesadaran warga terhadap kewajiban pajak.

Kepala Desa Pesanggrahan, Sarjo, menyebut bahwa kegiatan ini tak hanya menjadi bentuk pelunasan pajak, tapi juga menjadi momen pelestarian budaya lokal. “Acara ini kami kemas dengan berbagai kegiatan seni dan hiburan rakyat. Mulai dari fun run, sarasehan, pertunjukan kuda kepang, seni cowong, hingga tari buto dari Temanggung sebagai puncaknya,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).

Baca juga  Alasan Penyu Jadi Ikon Kota Cilacap: Sejarah, Konservasi, dan Maknanya bagi Pesisir Selatan
IMG 20250527 WA0022 Bobok Bumbung, Tradisi Unik Warga Pesanggrahan Cilacap Bayar PBB Sambil Lestarikan Budaya
Warga Desa Pesanggrahan mengarak jolen berisi bumbung PBB. (Faiz Ardani)

Selain itu, dalam rangkaian Bobok Bumbung tahun ini juga dilakukan pencanangan Desa Wisata Pesanggrahan dengan nama Kampung Prapen. Hal ini menandai langkah besar desa dalam mengembangkan potensi wisata berbasis budaya.

“Harapan ke depannya untuk kegiatan ini bisa berjalan, lestari dalam kegiatan ini, karena event tahunan, dengan kemasan yang mungkin acara yang setiap tahun kita inovasi dari masyarakat, contoh sekarang ada tampilan dari masing-masing RT yang bisa menghibur, jadi tontonan untuk masyarakat,” imbuhnya.

Bupati Syamsul menyampaikan apresiasi atas ketaatan warga dalam membayar pajak dan inovasi desa dalam mengemasnya. “Kegiatan ini sangat baik, dan kita akan dorong ke depan. Apa yang memang desa-desa berinovasi seperti Pesanggrahan ini ada festival budaya, seni, terus kemudian ada nilai kebersamaan, ketaatan membayar pajak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten siap memberikan dukungan, mulai dari infrastruktur, pelatihan manajemen desa wisata, hingga upaya memasukkan Bobok Bumbung ke dalam kalender resmi pariwisata Cilacap.

Tradisi Bobok Bumbung membuktikan bahwa ketaatan terhadap kewajiban negara bisa dipadukan dengan kekayaan budaya. Desa Pesanggrahan berhasil menunjukkan bahwa perayaan lokal bisa menjadi magnet pariwisata sekaligus penggerak ekonomi desa. Sebuah inovasi desa yang tak hanya unik, tapi juga sarat makna.

Baca juga  Densus 88 Galang Napi Teroris Lapas Karanganyar Nusakambangan Demi Deradikalisasi
TAG:berita cilacap terkinibobok bumbungdesa pesanggrahan kroyapajak bumi dan bangunan
Artikel Sebelumnya IMG 20250527 WA0020 Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 5 Purwokerto Tambah 3.120 Kursi, Ini Info Lengkapnya Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 5 Purwokerto Tambah 3.120 Kursi, Ini Info Lengkapnya
Artikel Selanjutnya Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Bupati Cilacap Ngantor di Desa, Dengarkan Langsung Keluhan Warga
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Cilacap, Hari Winarno memberikan keterangan terkait percepatan tender. (Faiz Ardani).
Cilacap

Pemkab Cilacap Kebut Lelang Proyek 2026, PBJ Jemput Bola ke OPD

Oleh Faiz Ardani
imigrasi cilacap
Cilacap

Imigrasi Cilacap Deportasi WN Taiwan, Overstay Lebih 60 Hari

Oleh Faiz Ardani
Wisata cilacap
CilacapPlesiran

Jelajahi Wisata Cilacap Gratis Tiket Masuk, Destinasi Alam Eksotis Tanpa Biaya

Oleh Kurnia
Wijayakusuma fc
CilacapOlahraga

Laga Wijayakusuma FC vs Persibat Diundur

Oleh Djamal SG
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?