Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, meminta mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap untuk wajib menggunakan bahan baku lokal dan menjamin higienitas dapur secara ketat.
Arahan ini disampaikan Nanik dalam pengarahan dan evaluasi pelaksanaan program MBG yang digelar di Hotel Aston Inn Cilacap pada Jumat (05/12/2025). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Wakil Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, serta seluruh jajaran Koordinator Wilayah BGN dan mitra terkait.
Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 tahun 2025 tentang tata Kelola Program MBG, Nanik menegaskan bahwa tujuan program ini tidak hanya untuk perbaikan gizi anak, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi setempat.
“MBG tujuannya bukan sekadar memperbaiki gizi anak, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat setempat sehingga menghidupkan ekonomi lokal,” jelas Nanik.
Oleh karena itu, ia meminta mitra memastikan bahan baku yang digunakan merupakan produk lokal yang berasal dari pedagang, petani, maupun peternak di sekitar wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, seluruh dapur mitra diwajibkan memiliki Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS) dan Sertifikasi Halal.
Target SPPG dan Aturan Ketat Dapur
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang akrab disapa Mas Syamsul, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung arahan BGN. Namun, ia mengakui adanya tantangan dalam pemenuhan kuota. Dari target 163 SPPG di Kabupaten Cilacap, baru 127 yang terisi dan hanya 95 yang sudah beroperasional. Pihaknya kini masih membutuhkan 89 SPPG tambahan.
Mas Syamsul menjanjikan kemudahan perizinan bagi mitra yang bersedia mengurus dan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Ia juga menyampaikan beberapa aturan tambahan yang harus dipatuhi.
“Mengacu pada Perpres Nomor 115 tersebut, seluruh dapur juga diwajibkan memasang CCTV yang bisa diakses BGN dan AC khususnya pada ruang packing untuk menjaga suhu makanan agar tidak mudah basi, serta memisahkan tempat pencucian ompreng dengan tempat pencucian bahan makanan,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, yang sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPPG, menekankan pentingnya peningkatan kualitas makanan. Ia memastikan akan dilakukan pemerataan kuota dan mengutamakan sekolah memperoleh MBG dari SPPG yang terdekat untuk efisiensi dan kualitas penyaluran.
Dalam kegiatan ini, BGN juga menjelaskan rencana perluasan manfaat MBG ke depan, yang akan mencakup guru/tenaga pendidik, anak putus sekolah yang masih dalam usia sekolah, anak jalanan, serta anak yang berada pada Pondok Pesantren yang belum terdaftar.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







