Peringatan Hari Jadi ke-170 Kabupaten Cilacap tahun 2026 diawali dengan rangkaian kegiatan religius dan penuh makna. Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar semaan Al-Qur’an hingga ziarah ke makam para tokoh pendahulu.
Kegiatan diawali dengan semaan Al-Qur’an yang digelar di Masjid Agung Darussalam Cilacap, Jumat (27/3/2026). Agenda ini menjadi bentuk refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Cilacap hingga memasuki usia ke-170 tahun.
Semaan Al-Qur’an Jadi Awal Rangkaian
Semaan Al-Qur’an dipimpin oleh Ketua Jamiatul Quro Wal Hufad NU Cilacap, Syahidudin Al-Hafid, dengan pembacaan surat Al-Fatihah ayat 1-7 dan Al-Baqarah ayat 1-25. Kegiatan ini diikuti puluhan hafidz dan hafidzah, serta para kiai di wilayah Kota Cilacap.
Kepala Kantor Kementerian Agama Cilacap, Aziz Muslim, mengatakan semaan ini diikuti sekitar 60 hafidz dan hafidzah serta 40 samiin. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga sarana doa bersama bagi kemajuan daerah.
“Ini sebagai bentuk refleksi dan rasa syukur atas usia ke-170 Kabupaten Cilacap. Harapannya, Cilacap menjadi daerah yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur serta dijauhkan dari berbagai musibah,” ujar Aziz.
Doa untuk Kemajuan Cilacap
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan bahwa semaan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam menyelaraskan ikhtiar pembangunan dengan doa.
“Melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an, kita berharap Cilacap senantiasa diberi perlindungan, dijauhkan dari bencana, serta terus berkembang menuju kesejahteraan masyarakat,” kata Ammy.
Ia menambahkan, keseimbangan antara usaha dan doa menjadi kunci dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang lebih maju.
Ziarah ke Makam Pahlawan dan Bupati Terdahulu
Usai kegiatan di masjid, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Surengrono serta makam para mantan Bupati Cilacap di TPU Karangsuci.
Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan dan pemimpin terdahulu yang telah berperan dalam membangun fondasi Kabupaten Cilacap.
“Hari ini kita mendoakan para pendahulu, termasuk para mantan Bupati yang telah berjasa membangun Cilacap. Kita sebagai penerus memiliki tanggung jawab melanjutkan perjuangan mereka,” ujar Ammy.
Pengingat Jasa Para Pendahulu
Menurutnya, ziarah bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga pengingat agar generasi saat ini tidak melupakan sejarah dan perjuangan para pendahulu.
“Berkat jasa mereka, kita bisa menikmati kondisi saat ini. Tugas kita adalah melanjutkan pembangunan dan memajukan daerah, khususnya Cilacap,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap momentum Hari Jadi ke-170 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sarana memperkuat semangat kebersamaan, refleksi, serta komitmen untuk membawa Cilacap menuju masa depan yang lebih baik.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



