Ikrar Zero Halinar, Lapas Terbuka Nusakambangan Perang Lawan Narkoba hingga Pungli

Faiz Ardani
Jajaran petugas Lapas Terbuka Nusakambangan ikrar zero halinar. (Lapas Terbuka).

Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan menunjukkan langkah tegas dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas melalui pelaksanaan Ikrar Zero Halinar. Kegiatan ini digelar pada Selasa (21/4/2026) di Aula Serbaguna, berbarengan dengan apel pagi yang diikuti seluruh jajaran petugas.

Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen kuat dalam memerangi tiga pelanggaran utama di dalam lapas, yakni peredaran handphone ilegal, praktik pungutan liar, serta penyalahgunaan narkoba. Seluruh pegawai terlibat aktif dalam kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus profesional dalam menjalankan tugas di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan semangat kebersamaan, para petugas menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas serta menolak segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

 

Pengawasan Diperketat, Disiplin Petugas Diuji

Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas dari Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) turut melakukan pengawasan ketat. Mereka memastikan seluruh pegawai mengenakan atribut lengkap serta melakukan pengecekan daftar hadir sebagai bagian dari penegakan disiplin.

Baca juga  Lapas Nirbaya Komitmen Dukung Penguatan Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Kinerja

Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang tertib dan profesional. Tidak hanya sebatas ikrar, pengawasan langsung di lapangan menjadi bukti bahwa komitmen Zero Halinar dijalankan secara nyata dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga sekaligus menjadi sarana evaluasi internal guna memastikan setiap petugas menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan.

 

Kalapas: Komitmen Harus Dibuktikan dalam Tindakan

Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan, Ario Galih Maduseno, menegaskan bahwa komitmen Zero Halinar tidak boleh berhenti pada seremonial semata, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari seluruh petugas.

“Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan kerja kita agar tetap bersih dan kondusif, serta menghindari adanya handphone ilegal maupun narkoba di dalam lapas, apalagi pungutan liar. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus dijaga dengan komitmen dan integritas,” ujar Galih.

Ia menambahkan, integritas menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang profesional dan dipercaya masyarakat.

 

Bangun Lapas Bersih dan Humanis

Pelaksanaan Ikrar Zero Halinar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpetugas dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan kondusif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh jajaran akan pentingnya menjaga marwah institusi.

Baca juga  Lapas Karanganyar Gas Pol Sinergi ASN lewat Apel Gabungan

Melalui langkah ini, Lapas Terbuka Nusakambangan terus berupaya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis dan profesional. Upaya pemberantasan praktik menyimpang di dalam lapas menjadi prioritas demi menjaga keamanan serta kepercayaan publik.

Komitmen Zero Halinar pun diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tertanam sebagai budaya kerja dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan Lapas Terbuka Nusakambangan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!