Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi ancaman serius bagi kelompok lanjut usia (lansia). Penyakit yang kerap dijuluki silent killer ini sering datang tanpa gejala jelas, namun berisiko memicu komplikasi berat. Data Puskesmas Cilacap Utara II mencatat, hingga Februari 2025 terdapat 167 kasus hipertensi, dengan mayoritas penderitanya merupakan lansia.
Kondisi tersebut mendorong Posyandu Senja Bahagia di RW IV Kelurahan Mertasinga menghadirkan upaya preventif berbasis aktivitas fisik. Di wilayah ini, prevalensi hipertensi pada lansia bahkan mencapai 50,79 persen, sehingga edukasi kesehatan dan olahraga rutin dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Dosen Tim Pengabdian, Universitas Amikom, Anisa Sevi Oktaviani, menegaskan hipertensi bukan sekadar persoalan angka tekanan darah. “Jika tidak dikontrol, hipertensi dapat memicu stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak lansia tidak menyadari dirinya menderita hipertensi karena minim gejala. Namun beberapa keluhan seperti sakit kepala, leher terasa kaku, mudah lelah, mual, dan pandangan kabur perlu diwaspadai.
Sebagai langkah pencegahan, para lansia diedukasi untuk menerapkan prinsip SEHAT, yakni seimbangkan gizi, enyahkan rokok, hindari stres, awasi tekanan darah, dan teratur berolahraga. Salah satu aktivitas yang dinilai paling sesuai adalah Senam Hipertensi.
“Senam ini ringan dan aman untuk lansia. Manfaatnya besar, mulai dari meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, membantu mengontrol berat badan, hingga memberikan efek relaksasi,” jelas Anisa.
Selain menjaga kebugaran, senam bersama juga memberi ruang interaksi sosial yang berdampak positif pada kesehatan mental lansia. Keseimbangan dan kelincahan tubuh pun ikut meningkat sehingga risiko jatuh dapat ditekan.
Melalui program pengabdian masyarakat, Posyandu Senja Bahagia kini rutin menggelar senam hipertensi yang dibarengi pemeriksaan kesehatan. Kegiatan diawali dengan skrining tekanan darah, dilanjutkan edukasi gizi, khususnya pembatasan konsumsi garam maksimal satu sendok teh per hari.
Para lansia kemudian mengikuti senam bersama dengan iringan musik menggunakan speaker aktif agar suasana lebih semangat. Hasilnya pun dirasakan langsung oleh peserta. Banyak lansia mengaku tubuh terasa lebih ringan, keluhan pusing berkurang, dan tekanan darah menjadi lebih stabil.
Anisa menekankan, hipertensi memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, namun sangat mungkin dikendalikan. “Kunci utamanya ada pada konsistensi bergerak, dukungan keluarga, dan peran aktif kader posyandu,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan lansia di lingkungan sekitar. “Mengajak orang tua berjalan santai atau ikut senam di posyandu adalah langkah sederhana, tapi dampaknya besar bagi kualitas hidup mereka,” pungkasnya.
Penulis: Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom (bekerja sama dengan Stikes BCH & Puskesmas Cilacap Utara II) Video Kegiatan: Dapat dilihat di kanal YouTube LPPM Universitas Amikom.
Tips untuk Anda:
Apakah Anda memiliki anggota keluarga lansia di rumah? Cobalah ajak mereka berjalan kaki santai atau mengikuti senam bersama di posyandu terdekat. Langkah kecil hari ini adalah investasi kesehatan untuk masa depan.







