Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menekankan pentingnya peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai penyaring informasi (filter) di tengah masifnya bias informasi dan fenomena framing di media sosial.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Cilacap masa khidmat 2025-2030 di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Rabu (24/12/2025).
Syamsul menyoroti dinamika ruang digital saat ini yang ia istilahkan dengan fenomena “CCTV berjalan”. Menurutnya, hampir setiap aktivitas masyarakat kini mudah terekam oleh ponsel dan tersebar luas dalam hitungan detik.
“Kelemahan kita saat ini adalah sering berbagi informasi tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Di sinilah MUI harus hadir sebagai katalis atau penjelas agar masyarakat menerima informasi yang benar,” ujar Syamsul.
Ia juga mengingatkan bahwa birokrasi maupun tokoh agama harus siap menghadapi komentar netizen yang sering kali dipicu oleh potongan video atau informasi yang tidak utuh.
“MUI harus bisa menjadi wadah kontrol penyaring informasi, baik terkait persoalan keagamaan maupun sosial,” tegasnya.
Dukungan Infrastruktur dan Kemandirian Fiskal
Sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis ulama, Pemerintah Kabupaten Cilacap berkomitmen untuk merehabilitasi kantor MUI Kabupaten agar lebih representatif dalam menunjang kinerja organisasi.
Di sisi lain, Syamsul juga memaparkan tantangan kemandirian fiskal daerah. Meski memprediksi adanya pemangkasan anggaran pada tahun 2026, ia optimis pembangunan tetap berjalan lancar dengan dukungan moral dari para ulama.
“Kami meyakini ikhtiar pembangunan ini akan kuat jika diridhoi dan didoakan oleh para kiai di berbagai kecamatan,” tuturnya.
Amanah Besar Sebagai Pelayan Umat
Ketua MUI Kabupaten Cilacap, Nasrulloh Muchson, menegaskan bahwa pengukuhan pengurus tingkat kecamatan ini merupakan penyerahan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
Nasrulloh menyebut MUI memiliki posisi ganda yang sangat strategis dalam struktur sosial masyarakat Indonesia.
“MUI memiliki peran sebagai khadimul ummah atau pelayan umat sekaligus mitra pemerintah. Ini bukan sekadar seremonial,” kata Nasrulloh.
Acara pengukuhan ini juga dirangkaikan dengan Halaqah Ulama bertajuk “Santun dan Berbudaya di Ruang Digital”. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) semakin kokoh dalam menjaga kondusivitas wilayah Cilacap di tengah derasnya arus informasi digital.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







