Pelajar dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali mengukir prestasi gemilang di kancah global. Mereka berhasil menyabet medali emas hingga perunggu dalam ajang bergengsi Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) dan National Applied Science Project Olympiad (NASPO) tahun 2025.
Kedua kompetisi ini diselenggarakan secara hybrid oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.
Panggung Internasional: Cilacap Hajar 13 Negara
I2ASPO 2025 merupakan ajang tingkat internasional yang diikuti oleh 13 negara, termasuk Brasil, Yaman, Kazakhstan, Turki, dan Thailand. Dari 1.567 peserta di seluruh dunia, pelajar-pelajar Cilacap berhasil menunjukkan daya saing yang luar biasa.
Dua sekolah asal Cilacap, SMA Negeri 2 Cilacap dan SMA Negeri 1 Maos, menjadi sorotan utama dengan capaian medali emas yang inovatif:
Medali Emas I2ASPO (SMA Negeri 2 Cilacap): Energi Terbarukan dari Talang Air
Tim dari SMA Negeri 2 Cilacap yang terdiri dari Dyonisius Valent Kaloka Kamahodayan, Laila Muthia Sari, dkk., sukses meraih Emas berkat inovasi unik: “Optimization of gutters as a medium for renewable energy in Residential Areas.”
Mereka menggabungkan pembangkit listrik tenaga surya (panel surya) dan tenaga mikrohidro yang diintegrasikan langsung pada talang air perumahan penduduk. Inovasi ini dianggap sebagai solusi praktis dan efisien untuk energi terbarukan di area residensial.
Medali Emas I2ASPO (SMA Negeri 1 Maos): Pendeteksi Boraks & Formalin Berbasis IoT
Tak mau kalah, tim dari SMA Negeri 1 Maos (Lovely Zee, Alfa Faizan Nabil Susanto, dkk.) juga menyumbangkan Emas dengan karya “TI FORMAKS: IoT-Based Bowl Lid for Detecting Formalin and Borax.”
Inovasi ini berupa kotak makan (launch box) pintar yang menggunakan sensor HCHO dan terintegrasi dengan ponsel melalui IoT. Alat ini dirancang efektif untuk mendeteksi kandungan formalin dan boraks pada makanan seperti bakso. Sebuah terobosan penting untuk keamanan pangan.
Perak dan Perunggu: Dominasi Riset Lokal
Selain dua emas, pelajar Cilacap juga memborong medali perak dan perunggu dalam berbagai kategori riset:
- 3 Medali Perak I2ASPO:
- SMA Negeri 2 Cilacap (2 tim): Riset tentang stimulasi taktil untuk mengurangi perilaku dermatillomania (dorongan mengelupas kulit) pada siswa, dan inovasi bantal herbal ASTRAL ZASYA untuk terapi insomnia.
- SMA Negeri 1 Maos (1 tim): Alat Rice Quality Analyzer berbasis IoT dan AI untuk memantau kualitas padi pasca panen, membantu petani mengelola hasil panen mereka.
- 1 Medali Perunggu NASPO:
- SMA Negeri 2 Cilacap (1 tim): Riset tentang “Pengaruh Beauty Influencer terhadap Perilaku Konsumtif Warga Dusun Sidamulya”. Riset ini menyoroti lonjakan pola konsumsi produk kecantikan di dusun yang secara geografis sulit dijangkau berkat akses internet.
Kebanggaan Kepala Sekolah dan Guru Pembimbing
Kepala SMA Negeri 2 Cilacap, Dra. Masripah, M.M.Pd., dan Kepala SMA Negeri 1 Maos, Amin, S.Pd., M.Pd., menyatakan rasa bangganya atas capaian luar biasa ini.
Agus Darwanto, B.Sc., M.Pd., guru pembimbing dari SMA Negeri 2 Cilacap, menegaskan bahwa prestasi ini membuktikan pelajar Cilacap mampu bersaing di panggung global.
“Capaian siswa-siswi ini membuktikan bahwa para pelajar Cilacap mampu bersaing dengan pelajar-pelajar lain di kota besar, bahkan di mancanegara dalam prestasi dan riset-risetnya. Hal ini perlu terus didorong agar semua pelajar di Kabupaten Cilacap bisa meningkatkan daya saing global di era Teknologi 5.0,” tutupnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







