Pemkab Cilacap Tuntaskan 158 Tender Rp221,1 Miliar, Target Rampung Tepat Waktu. Pemerintah Kabupaten Cilacap terus menggenjot percepatan pembangunan di penghujung tahun. Langkah strategis dilakukan melalui penyelesaian lelang pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang kini hampir rampung sepenuhnya. Total 158 kegiatan senilai Rp221,1 miliar telah tuntas proses tendernya oleh Bagian PBJ Setda Cilacap.
“Alhamdulillah untuk proses tender kami dari bagian PBJ dalam rangka membantu OPD itu sudah hampir selesai semua. Yang sudah selesai ada 158 kegiatan dengan total nilai Rp221,1 miliar. Ini sudah selesai semua,” ujar Kepala Bagian PBJ Setda Cilacap, Hasanuddin, Rabu (26/11/2025).

Tender Dilaksanakan Sesuai Ketentuan Teknis
Hasanuddin menegaskan, setelah kontrak diteken, seluruh pekerjaan wajib dilaksanakan sesuai ketentuan teknis yang telah disepakati. Penyedia diminta menjunjung kualitas dan ketepatan waktu.
“Tentunya sesuai dengan spesifikasi teknis yang sudah disepakati dalam kontrak dengan penyedia, sehingga kualitas bisa terjamin dengan baik dan waktunya juga tepat,” tegasnya.

Desember Sudah di Depan Mata
Dengan kalender yang semakin tipis, khususnya untuk paket perubahan anggaran, monitoring pelaksanaan menjadi sangat krusial.
“Ini sudah akhir November, bulan Desember tinggal menghitung waktu. Harapannya bisa dimonitor untuk progres kegiatan. Jangan sampai pada saat kontrak itu harus selesai, progres pekerjaan belum selesai,” jelasnya mengingatkan.
Faktor cuaca akhir tahun juga menjadi tantangan. Karena itu percepatan menjadi kunci utama.
“Mengingat waktu, kemudian cuaca, harapannya betul-betul diperhatikan untuk intensitas pekerjaannya. Jangan sampai terlambat,” ungkap Hasanuddin.

Satu Tender Masih Berjalan
Meski mayoritas sudah tuntas, satu tender masih dalam proses: pembangunan PJU di Kecamatan Kedungreja senilai sekitar Rp510 juta.
“Kita targetkan awal Desember selesai pekerjaan ini cukup simpel sehingga kami yakin bisa selesai di akhir Desember,” ujarnya optimistis.

Jika Molor, Sanksi Menanti
Penyedia yang gagal menepati target disebut tak akan mendapat toleransi. “Ada sanksi-sanksi yang harus diberikan kepada penyedia. Jangan sampai sampai blacklist,” tegasnya.
Hasanuddin menekankan tak ada alasan untuk mengulur waktu karena penyedia telah menyanggupi pengerjaan saat mengikuti tender.
“Kalau memang tidak selesai sampai sore, misalnya perlu dilembur sampai malam harus dikerjakan pekerjanya kalau perlu diperbanyak,” tandasnya.
Infrastruktur Jadi Prioritas
Dari total 159 paket yang dilelangkan tahun anggaran 2025, mayoritas merupakan proyek infrastruktur publik.
“Ada bina marga jalan cukup banyak. Kemudian tata bangunan rehabilitasi maupun pembangunan gedung Paling banyak infrastruktur,” jelasnya.
Dengan hampir seluruh tender selesai, Pemkab berharap pembangunan dapat berjalan optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah Cilacap.





