Pergerakan tanah di Sampang Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen semakin aktif. Dalam tujuh hari belakangan, dampak dari tanah bergerak sangat terlihat. Karena itu, warga diminta waspada akan potensi dampak yang lebih besar.
BPBD Kebumen melalui pernyataannya yang diunggah di Instagramnya Kamis (27/11/2025) dini hari WIB menyebutkan bahwa fenomena paling terlihat dari adanya pergerakan tanah adalah di Dukuh Semampir Desa Sampang. Strutur permukaan tanah muncul secara bertahap.
Bahkan dari foto sebuah jalan setapak terlihat perbedaan foto pada 19 November 2025 dengan foto pada 26 November 2025. Di tanggal 19 November 2025, jalan yang ditutup balok beton tersebut terlihat masih relatif rata. Namun, pada 26 November 2025, jalan yang ditutup beton tersebut sudah berantakan.
BPBD Kebumen mengimbau warga tetap waspada terhadap tanda–tanda lanjutan, seperti retakan yang bertambah panjang, kemiringan bangunan, hingga perubahan jalur air permukaan. Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan monitoring lanjutan serta menetapkan langkah mitigasi apabila aktivitas pergeseran tanah semakin meningkat
Pergerakan Tanah, Pemkab Pantau Intensif
Terkait pergerakan tanah di Sampang ini, Pemkab Kebumen melakukan pemantauan intensif. Bupati Kebumen Lilis Nuryani turun langsung ke lokasi pada Senin (24/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau titik-titik terdampak dan berdialog dengan warga guna mendengar kebutuhan serta kondisi mereka secara langsung.
Pemkab Kebumen menyiapkan berbagai opsi penanganan, termasuk langkah mitigasi guna meminimalkan risiko. Bupati juga mengimbau warga di sekitar lokasi agar tetap tenang, tetap waspada, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sebab, situasi saat ini memang perlu kewaspadaan. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Lahan Puluhan Hektar
Sebelumya pada 19 November 2025, melalui gambar yang dibagikan, BPBD Kebumen menjelaskan ada fenomena pergerakan tanah pada lahan seluas puluhan hektar di Desa Sampang. Pergerakan tanah dan potensi tanah longsor di Sampang yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Maka, tim BPBD Kebumen turun ke lokasi mengimbau warga tetap siaga. Sebab, puluhan hektar lahan itu terdiri atas lahan pertanian dan permukiman warga. Belakangan hujan memang terus mendera banyak wilayah, khususnya di Jawa Tengah.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.







