Ramai Isu El Nino Godzilla, BMKG Sebut 2026 Baru Menuju El Nino Lemah

Faiz Ardani
Data Grafis Analisis dan Prediksi ENSO (Dok BMKG).

Isu kemunculan fenomena “El Nino Godzilla” belakangan ramai diperbincangkan dan memicu kekhawatiran publik. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan musim kemarau panjang disertai suhu tinggi serta penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia termasuk Cilacap.

Istilah tersebut banyak digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan kekuatan sangat besar. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa “Godzilla” bukanlah istilah resmi dalam dunia klimatologi.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami fenomena ini secara ilmiah melalui konsep ENSO.

“ENSO adalah singkatan dari El Niño-Southern Oscillation. Ini adalah fenomena iklim global di Samudra Pasifik tropis yang melibatkan perubahan suhu permukaan laut (El Nino/La Nina) dan tekanan udara (Osilasi Selatan), yang berdampak signifikan pada pola curah hujan dan cuaca di seluruh dunia, termasuk Indonesia, termasuk wilayah Cilacap dan sekitarnya,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Baca juga  Kilang Cilacap Borong 4 Penghargaan Cost Optimization Awards 2025, Bukti Efisiensi dan Inovasi

Ia menambahkan, ENSO memiliki tiga fase utama yang masing-masing membawa dampak berbeda terhadap kondisi cuaca.

“ENSO memiliki tiga fase utama, yaitu El Nino (fase hangat/panas), La Niña (fase dingin), dan Netral. Dampak di Indonesia El Nino biasanya menyebabkan curah hujan berkurang (kekeringan), sementara La Nina meningkatkan curah hujan (potensi banjir),” jelasnya.

 

El Nino dan La Nina Punya Dampak Berbeda

Lebih lanjut, Teguh memaparkan bahwa El Nino terjadi akibat meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah ekuator Pasifik tengah yang memicu perubahan pola cuaca global.

“El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan – atmosfer yang ditandai memanasnya suhu permukaan laut (SST) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4) atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya),” ungkapnya.

Sebaliknya, La Nina merupakan kondisi kebalikan dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin dari normal.

“La Nina merupakan kebalikan dari El Nino, ditandai dengan anomali suhu permukaan laut negatif (lebih dingin dari rata-ratanya) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4). La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat bila diikuti dengan menghangatnya suhu permukaan laut wilayah Indonesia,” lanjutnya.

Baca juga  Pengurus PMI Kabupaten Cilacap 2026-2031 Resmi Dilantik

Teguh juga menjelaskan klasifikasi kekuatan El Nino berdasarkan anomali suhu permukaan laut. “Anomali dianggap dalam kondisi normal ketika nilainya +0,5°C, sangat kuat sama dengan/lebih +2.0°C, kuat bernilai +1.5 hingga +1.9°C, moderat +1.0 hingga +1.4°C, dan lemah +0.5 hingga +0.9°C,” paparnya.

 

Belum Ada Tanda El Nino Ekstrem “Godzilla”

Terkait kekhawatiran akan munculnya El Nino ekstrem atau yang disebut “Godzilla”, Teguh menegaskan bahwa kondisi tersebut belum terjadi di tahun ini.

“El Nino Godzilla itu istilah publik yang dipadankan dengan super El Nino seperti tahun 1997 dan tahun 2015. Super El Nino adalah El Nino yang sangat kuat (indeksnya lebih dari 2°C),” jelasnya.

Ia memastikan, perkembangan ENSO hingga saat ini masih dalam kategori normal, meski ada potensi perubahan pada paruh kedua tahun.

“Sampai dengan semester 1 tahun ini, ENSO dalam kondisi netral, memasuki semester ke-2 ENSO menuju El Nino lemah atau bisa jadi ke El Nino moderat dengan peluang sekitar 55 persen,” katanya.

Baca juga  Tradisi Unik di Polresta Cilacap: Bhayangkari Pasang Pangkat Suami, Diwarnai Aksi Kocak

“BMKG sejauh ini tidak merilis adanya El Nino Godzila, tapi El Nino lemah pada semester 2 (mulai Juni, Juli, Agustus),” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca yang mungkin terjadi, terutama di sektor pertanian dan ketersediaan air.

BMKG juga memastikan akan terus memantau perkembangan ENSO dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala kepada publik.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!