Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Trans Jateng Koridor Magelang–Temanggung

Nestya Zahra
Trans Jateng rute Magelang-Temanggung resmi diluncurkan. (dok.Pemprov Jateng)

RENCANA pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Magelang–Temanggung atau Gelangmanggung pada 2026 membawa harapan baru bagi masyarakat. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, layanan transportasi massal berbasis aglomerasi ini diproyeksikan mampu menekan pengeluaran transportasi warga.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem transportasi massal yang terintegrasi sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi.

Kawasan aglomerasi Gelangmanggung mencakup Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung. Kehadiran koridor baru Trans Jateng ini diharapkan mendukung mobilitas harian masyarakat sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi wilayah.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan bahwa pengembangan koridor Magelang–Temanggung merupakan bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang disiapkan Pemprov Jateng.

“Pengembangan aglomerasi diawali dengan membangun komitmen integrasi dan kolaborasi sistem transportasi, dari sistem primer hingga kota dan desa,” ujarnya.

Pemda Magelang dan Temanggung Siap Dukung Trans Jateng Galangmanggung

Komitmen pengembangan kawasan aglomerasi Gelangmanggung telah diformalkan melalui kesepakatan bersama antara Gubernur Ahmad Luthfi dengan para bupati dan wali kota di wilayah terkait.

Baca juga  Mengenal Rempeyek Yutuk, Kuliner Khas Cilacap yang Cocok Jadi Oleh-Oleh Favorit Wisatawan

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menilai langkah ini sebagai fondasi penting dalam membangun sistem transportasi yang saling terhubung antarwilayah.

“Transportasi ke depan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi saling menguatkan antarwilayah melalui kolaborasi aglomerasi,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Temanggung yang siap menyiapkan angkutan pengumpan (feeder) menuju halte Trans Jateng Koridor Gelangmanggung.

Angkutan Eksisting Tetap Dilibatkan

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Tengah, Bekora Seputranto, menegaskan bahwa kehadiran Trans Jateng tidak dimaksudkan untuk mematikan angkutan eksisting.

“Operator eksisting akan dilibatkan melalui konsorsium dan proses lelang. Awak angkutan yang terdampak juga bisa bergabung sebagai pramudi atau pramujasa,” jelasnya.

Saat ini, Dishub Jateng masih melakukan sosialisasi kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) di tiga wilayah pengembangan koridor.

Koridor Gelangmanggung direncanakan melayani rute Terminal Maron (Temanggung) – Terminal Tidar (Kota Magelang) – Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) dengan dukungan 14 armada bus.

Berdasarkan survei pada tujuh koridor Trans Jateng yang telah beroperasi, kebijakan tarif terbukti memberikan penghematan biaya transportasi Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per bulan bagi masyarakat.

Baca juga  Antisipasi Musim Hujan, Polresta Cilacap Siagakan Perahu dan Peralatan SAR

Pemprov Jateng juga menerapkan tarif khusus Rp1.000 bagi pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lansia, dari sebelumnya Rp2.000.

Trans Jateng Terus Tumbuh

Sepanjang 2025, layanan Trans Jateng telah melayani 10,2 juta penumpang di tujuh koridor dengan total 115 unit bus. Ke depan, Dishub Provinsi Jawa Tengah masih menyusun Detailed Engineering Design (DED) dan melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat serta pemangku kepentingan.

Dengan penambahan koridor Magelang–Temanggung, Trans Jateng diharapkan semakin memperkuat aksesibilitas, pemerataan layanan transportasi, dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!