Tim SAR Cari 21 Korban Longsor Majenang Cilacap Fokus Lima Titik. Upaya pencarian korban longsor besar yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, terus dikebut. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman memastikan seluruh unsur pemerintah daerah siap memfasilitasi percepatan operasi SAR yang melibatkan ratusan personel lintas instansi.
Longsor besar terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material longsoran menerjang dua dusun, yakni Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, menimbun puluhan rumah warga.
“Tadi sudah kita lihat bersama, ada retakan di atas. Kemudian sekitar pukul 19.30 tadi malam longsor menimpa dua dusun,” kata Bupati saat meninjau lokasi, Jumat (14/11/2025).
Berdasarkan data sementara, terdapat 46 jiwa terdampak, dengan rincian 2 meninggal dunia, 23 selamat, dan 21 masih dalam pencarian. Dua jenazah yang ditemukan telah dibawa ke RSUD Majenang, sementara lima warga luka mendapat perawatan intensif.

Operasi SAR Dibagi Menjadi Dua Sektor, Lima Titik Pencarian
Bupati menjelaskan bahwa operasi SAR hari ini dimulai dengan apel gabungan. Tim kemudian dibagi menjadi dua sektor besar, yakni sektor A dan B, masing-masing dengan beberapa worksite.
“Di sektor B ada dua lokasi pencarian, dan sektor A ada tiga. TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan semua bergabung untuk percepatan pencarian,” ujar Syamsul.
Satu unit alat berat telah diturunkan, namun pengoperasiannya dilakukan bertahap karena akses ke titik longsor masih tertutup. “Jalan harus dibuka dulu agar alat berat bisa bergerak optimal,” jelasnya.

Polri Kerahkan 125 Personel, Siapkan K-9 untuk Percepatan Temuan
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono menegaskan bahwa Polri menurunkan kekuatan penuh untuk mendukung pencarian. “Hari ini ada 125 personel dari Polresta, Polsek, dan Brimob. Jika dibutuhkan, K-9 juga sudah kami siapkan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Polri bekerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa. “Ada informasi sekecil apa pun langsung kita tindak lanjuti dan cari solusinya,” tegasnya.

Tim SAR: 16 Rumah Tertimbun, 21 Orang Masih Hilang
Koordinator Tim SAR Gabungan, Priyo Prayudha Utama, menyampaikan bahwa hasil asesmen menunjukkan 16 rumah tertimbun longsor, masing-masing 8 rumah di Cibuyut dan 8 rumah di Tarukahan.
“Total korban dalam pencarian ada 21 orang, 7 di Tarukahan dan 14 di Cibuyut,” jelas Priyo.
Operasi SAR dibagi ke dalam 5 worksite dengan dua sektor A dan B. Semua tim gabungan telah ditempatkan sesuai titik pencarian masing-masing.
Priyo menyebut penggunaan K-9 akan sangat membantu mengingat medan luas dan peralatan manual terbatas. Selain itu, akses menuju lokasi masih labil dan berisiko, sehingga penambahan sumber daya harus dilakukan bertahap.

Pemkab Siap Fasilitasi, Evaluasi Relokasi Disiapkan Setelah Operasi SAR
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memenuhi seluruh kebutuhan tim SAR, termasuk peralatan tambahan lain. Bantuan dari BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Tengah juga sedang dalam perjalanan. Terkait kemungkinan relokasi warga, Bupati mengatakan kajian akan dilakukan setelah operasi pencarian selesai.
“Setelah ini kita mitigasi, kita data rumah-rumah terdampak, termasuk mengkaji relokasi. Itu akan kita bahas bersama BPBD Provinsi dan BNPB,” ujarnya.





