Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Cilacap secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap. Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat benteng keluarga dalam menghadapi bahaya narkoba, terutama setelah fakta mencengangkan diungkap.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, dr. Ira Tanti Syamsul Auliya Rachman, bersama Kepala Sub Bagian Umum BNN Kabupaten Cilacap, Ridwan Sholih Habibi, di Gedung Sumekar, Rabu (10/12/2025).
BNN Beri Fakta Mengejutkan: Cilacap Rawan Narkoba
Ridwan Sholih Habibi dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini sangat penting untuk membantu BNN dalam memberikan pemahaman tentang penyalahgunaan narkotika. Habibi juga mengungkapkan fakta yang harus menjadi perhatian serius.
”Sebagai informasi, Kabupaten Cilacap termasuk lima besar penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah. Ini jadi sebuah alarm,” tegas Habibi.
Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba “tidak bisa dipandang sebelah mata” dan targetnya kini telah kompleks. Melalui sinergi dengan Pokja I TP PKK Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, BNN berharap dapat memaksimalkan program kerja sama di Kawasan Rawan Narkoba, Pemberdayaan Alternatif, hingga menggandeng CSR.
Narkoba Sasar Anak dalam Bentuk Jajanan
Menanggapi fakta tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, dr. Ira Tanti Syamsul Auliya Rachman, mengapresiasi inisiasi Pokja I. dr. Ira menyoroti betapa kompleksnya target peredaran narkoba saat ini.
”Tadi sudah disampaikan Pak Habibi, kalau kita berbicara tentang narkoba, itu targetnya kompleks sekali. Kita tidak hanya berbicara masalah orang dewasa saja,” kata dr. Ira.
Bahkan, dr. Ira memperingatkan bahwa narkoba saat ini sudah menyasar anak-anak, bahkan dikemas dalam bentuk makanan, jajanan, hingga permen.
Ketua TP PKK juga menekankan bahwa kerja sama ini krusial dalam menyambut Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda saat ini menjadi sasaran utama narkoba. “Narkoba tidak hanya merusak keluarga saja, tetapi kesehatan, kecerdasan anak-anak juga akan terpengaruh,” tambahnya.
Program Kerja Sama: Safari Ramadan hingga Deteksi Dini
Anggota Pokja I, Ismah Warsid, menjelaskan bahwa program yang sudah direncanakan sejak Juni ini mencakup pertukaran narasumber, penyediaan data, dan penelitian bersama.
Pokja I juga telah mengusulkan program unggulan yaitu Safari Ramadan, dengan mengundang BNN untuk menyampaikan bahaya narkoba dalam forum-forum keagamaan.
Kerja sama ini bertujuan untuk menyinergikan tugas dan fungsi TP PKK dan BNN dalam Penguatan Keluarga. Ruang lingkupnya meliputi:
- Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika.
- Penguatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi di lingkup keluarga.
- Penguatan Sumber Daya TP PKK.
- Deteksi Dini terhadap penyalahgunaan Narkotika.
Acara penandatanganan MoU ini dilanjutkan dengan Rapat Pleno yang berisi pemaparan program dan inovasi dari masing-masing Pokja dan Sekretariat TP PKK Kabupaten Cilacap.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.







