Investasi Makin Moncer, Apindo Sebut Jawa Tengah Unggul dari Banyak Daerah Lain

Syarif TM
Gubernur Jateng saat melakukan pertemuan dengan Apindo. (dok. Pempriv Jateng)

JAWA Tengah dinilai Apindo memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat investasi dan logistik industri terdepan di Indonesia, bahkan mampu bersaing dengan Vietnam dalam menarik investor global. Optimisme tersebut muncul seiring meningkatnya kualitas investasi, dukungan infrastruktur, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.

Pandangan tersebut disampaikan perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pusat, Bob Azam, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).

Menurut Bob, Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan strategis yang menjadikannya semakin menarik bagi investor. Mulai dari lokasi geografis yang berada di jalur ekonomi nasional, ketersediaan sumber daya manusia, infrastruktur yang terus berkembang, hingga konektivitas antardaerah yang semakin baik.

“Kami melihat Jawa Tengah memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi tujuan investasi utama. Jangan sampai peluang ini justru lebih banyak dimanfaatkan negara lain seperti Vietnam,” ujar Bob.

Apindo Sebut Pertumbuhan Ekonomi Jadi Daya Tarik Investor

Bob menjelaskan, daya saing investasi Jawa Tengah tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari indikator ekonomi yang menunjukkan performa positif.

Baca juga  Dukung Indonesia Zero Sampah, Ini Langkah dan Strategi Gubernur Ahmad Luthfi

Salah satu contohnya adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang pada tahun 2025 mencapai sekitar 9 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, sejumlah daerah di Jawa Tengah juga mencatatkan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah angka 4. Angka tersebut menunjukkan tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang masih berada di atas angka 6.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi investor karena menunjukkan bahwa modal yang ditanamkan mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara lebih efektif dan produktif.

“Ini membuktikan bahwa investasi yang masuk ke Jawa Tengah memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata,” katanya.

Biaya Logistik Jadi Tantangan, Revitalisasi Pelabuhan Dinilai Mendesak

Meski memiliki prospek cerah, Apindo menilai masih terdapat tantangan yang harus segera diselesaikan, terutama terkait biaya logistik yang dinilai belum sepenuhnya kompetitif.

Karena itu, Apindo mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah mendorong revitalisasi pelabuhan dan pembangunan dry port di kawasan industri Batang dan Kendal.

Menurut Bob, keberadaan infrastruktur logistik yang modern akan memangkas biaya distribusi, mempercepat arus barang, sekaligus meningkatkan daya saing kawasan industri Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga  Rute Internasional Dibuka, Investor Asing Kian Mudah Masuk Jawa Tengah

“Ketika biaya logistik bisa ditekan, investasi akan semakin menarik. Karena itu reformasi sektor logistik menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing daerah,” ujarnya.

Ahmad Luthfi: Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, percepatan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga diperlukan dukungan investasi yang berkelanjutan.

“Investasi menjadi penggerak utama pembangunan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Karena itu kami terus menciptakan iklim investasi yang kondusif,” kata Luthfi.

Ia menjelaskan, posisi Jawa Tengah yang berada di antara dua pusat ekonomi besar nasional, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur, menjadi keuntungan tersendiri dalam menarik investor.

Selain itu, kemudahan perizinan, ketersediaan tenaga kerja, serta dukungan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia industri menjadi faktor penting yang semakin memperkuat daya tarik investasi daerah.

Industri Energi Hijau Mulai Berkembang, Ribuan Pekerjaan Baru Menanti

Luthfi mengungkapkan bahwa investasi di Jawa Tengah kini tidak hanya didominasi sektor padat karya, tetapi juga mulai merambah sektor padat modal berbasis teknologi dan energi terbarukan.

Baca juga  Investasi Jateng 2025, Industri Padat Modal Mulai Menyalip Alas Kaki

Beberapa industri yang mulai berkembang antara lain manufaktur panel surya serta berbagai proyek yang mendukung transisi menuju energi hijau.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan berbagai insentif bagi perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dan penggunaan energi ramah lingkungan.

Untuk memperkuat ekosistem investasi, Pemprov Jawa Tengah terus memperjuangkan percepatan pembangunan pelabuhan dan dry port kepada pemerintah pusat agar distribusi barang tidak lagi bergantung pada pelabuhan besar di Jakarta maupun Surabaya.

Menurut Luthfi, semakin kuat infrastruktur logistik yang dimiliki, semakin besar pula peluang masuknya investasi baru yang berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Semakin banyak investasi yang masuk, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja, berkembangnya UMKM, meningkatnya pendapatan warga, dan tumbuhnya perekonomian daerah,” tegasnya.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Jawa Tengah kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia yang berpotensi menjadi pesaing kuat negara-negara Asia Tenggara dalam memperebutkan arus investasi global.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.