Jateng Bersiap Sambut Pemudik Lebaran 2026, Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas

Nestya Zahra
Gubernur Jateng saat menggelar rapat koordinasi bersama Forkompimda terkait persiapan arus mudik Lebaran 2026. (dok. Pemprov Jateng)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Jutaan pemudik diprakirakan bakal masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode mudik dan balik tahun ini.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi lonjakan mobilitas arus mudik Lebaran 2026.

Hal itu disampaikan Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama para bupati, wali kota, serta unsur Forkopimda se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (9/3/2026).

“Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Tahun ini diprediksi ada sekitar 17,3 juta pemudik yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Rapat tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, serta unsur Forkopimda.

Baca juga  3 Ledakan Mengerikan karena Petasan di Jateng dalam Dua Pekan: Rumah Rusak, Korban Luka Bakar

Posko Mudik Lebaran 2026 hingga Patroli Titik Rawan Kemacetan

Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada Lebaran 2026, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan mendirikan posko terpadu di kantor Dinas Perhubungan Jawa Tengah serta posko kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan.

Selain itu, posko juga didirikan di 23 terminal tipe B yang tersebar di berbagai daerah. Pemprov juga akan melakukan patroli mobile di sejumlah titik rawan kemacetan, seperti kawasan wisata, pusat keramaian, dan lokasi pasar tumpah.

Langkah lainnya yang disiapkan antara lain:

  • Pemasangan rambu lalu lintas portable
  • Penambahan 10 titik CCTV untuk pemantauan lalu lintas
  • Program mudik dan balik gratis bagi masyarakat perantau
  • Ramp check kendaraan angkutan umum di terminal
  • Penyiapan jalur alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan

Menurut Luthfi, perbaikan infrastruktur jalan juga terus dipercepat, khususnya pada titik jalan berlubang yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik.

“Perbaikan jalan, pemasangan rambu, dan penerangan jalan terus kita kebut agar masyarakat bisa berkendara dengan aman dan nyaman,” katanya.

Baca juga  4.870 Titik Jalan Berlubang di Jawa Tengah Tuntas Diperbaiki Jelang Mudik Lebaran

Stok Bahan Pokok, BBM, dan Listrik Dipastikan Aman

Selain sektor transportasi, Pemprov Jawa Tengah juga memastikan ketersediaan bahan pokok penting selama periode Ramadan hingga Lebaran tetap aman. Gubernur meminta agar operasi pasar dan pengawasan dari Satgas Pangan terus dilakukan untuk mencegah penimbunan barang dan lonjakan harga.

“Operasi pasar kita perbanyak. Saat ini sudah ada sekitar 300 kegiatan operasi pasar di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Luthfi.

Untuk sektor energi, pemerintah juga memastikan stok gas elpiji, BBM, dan listrik dalam kondisi aman. Pihak Pertamina disebut telah menjamin ketersediaan BBM dan elpiji selama periode Lebaran, sementara PLN telah menyiapkan langkah pengamanan distribusi listrik.

Bahkan, PLN juga menyiapkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan mudik.

“Stok BBM dan gas sangat cukup. Saya mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying atau membeli secara berlebihan,” katanya.

Puluhan Ribu Personel Siaga Amankan Lebaran

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo mengatakan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri akan menjadi prioritas utama aparat keamanan.

Baca juga  Pemkab Kebumen Buka Posko Pelayanan Konsultasi THR

Operasi pengamanan Lebaran nantinya mengusung konsep safety and hospitality, yakni mengedepankan keamanan sekaligus pelayanan yang ramah kepada masyarakat.

Total personel yang disiagakan mencapai 28.980 orang, terdiri dari:

  • 22.000 personel Polri
  • 1.189 personel TNI
  • 5.111 personel dari instansi terkait lainnya

Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai objek vital di Jawa Tengah, termasuk pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, tempat wisata, serta ribuan masjid. Selain itu, aparat juga akan mendirikan 153 pos pengamanan, 78 pos pelayanan, dan 31 pos terpadu untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

“Fokus utama kami adalah menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri,” ujar Ribut.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.