Usai Isi Kuliah Ramadan, Wagub Jateng Dihadang Mahasiswa UNS, Ajak Dialog Terbuka

Syarif TM
Gubernur Jateng saat dihadang mahasiswa UNS usai mengisi kajian ramadan. (dok. Pemprov Jateng)

SEJUMLAH Mahasiswa UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta menghadang Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai mengisi kuliah ramadan jelang berbuka puasa di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3/2026).

Para mahasiswa membentangkan spanduk bertulisakan ‘Jateng Darurat Integritas’, tak hanya itu para mahasiswa UNS ini juga menyuarakan berbagai aspirasi dan mengajak dialog secara langsung dengan Wagub, mulai dari isu terkait kemiskinan, integritas pemerintahan, hingga sejumlah program pembangunan.

Alih-alih meninggalkan lokasi, Taj Yasin memilih berhenti dan berdialog langsung dengan mahasiswa untuk mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan.

Dialog dengan Wagub, Mahasiswa Soroti Kemiskinan hingga Integritas Pemerintah

Dalam dialog singkat tersebut, Taj Yasin menjelaskan sejumlah program yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penyelesaian ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah swasta karena tunggakan biaya pendidikan.

Baca juga  KAI Daop 5 Purwokerto Catat Kenaikan Penumpang 2,7 Persen saat Libur HUT ke-80 RI

“Kami memberikan program untuk masyarakat yang tidak mampu, yang saat ini masih ada kendala ijazahnya ditahan di sekolah-sekolah swasta karena belum bisa membayar. Ini akan kami selesaikan,” ujar Taj Yasin.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, agar mereka tetap dapat memperoleh pelayanan medis yang layak.

Program Satu Rumah Satu KK Masih Bertahap

Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga menanyakan perkembangan program satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK) yang menjadi salah satu fokus program pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Taj Yasin menjelaskan bahwa program tersebut masih berjalan secara bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan perumahan.

Menurutnya, pemerintah memiliki beberapa skema untuk membantu masyarakat memperoleh rumah layak huni.

“Kalau masyarakat sudah punya lahan tetapi belum bisa membangun rumah, itu kita bangunkan. Sementara bagi yang belum punya lahan, kita dorong melalui berbagai program penanganan backlog perumahan,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian target program perumahan sudah berjalan, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap kajian karena perlu memastikan kondisi lahan aman untuk pembangunan.

Baca juga  Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Saat Arus Mudik Lebaran 2026

Untuk mendukung kajian tersebut, Pemprov Jawa Tengah menggandeng tim ahli dari Universitas Diponegoro dan Universitas Gadjah Mada.

Mahasiswa Diminta Ikut Mengawal Pembangunan

Selain persoalan perumahan, mahasiswa juga menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Taj Yasin menjelaskan bahwa sebagian laporan jalan rusak yang diterima sebenarnya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten atau desa. Meski demikian, pemerintah provinsi tetap membantu penanganannya melalui dukungan anggaran provinsi.

Ia juga mengajak mahasiswa UNS ini untuk turut berperan aktif dalam mengawal pembangunan daerah dengan memberikan laporan yang jelas dan terukur.

“Kalau ada laporan, tolong disertai koordinatnya supaya kami bisa langsung cek ke lapangan,” katanya.

Mahasiswa UNS Mengaku Puas dengan Dialog Terbuka

Perwakilan mahasiswa UNS, Ino, mengaku puas karena aspirasi yang mereka sampaikan mendapat tanggapan langsung dari Wakil Gubernur. Dialog tersebut menjadi ruang komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pemerintah daerah.

“Tadi kami menyampaikan beberapa hal terkait kemiskinan, integritas pemerintahan, dan komitmen pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca juga  Rem Blong, Truk Muatan Keramik Hantam Tugu dan Bangunan di Kertek Wonosobo

Ia juga menilai pemerintah menunjukkan kesediaan untuk membuka ruang komunikasi yang lebih transparan dengan kalangan mahasiswa.

“Pak Wagub juga menyatakan siap membuka ruang transparansi dan komunikasi dengan mahasiswa. Kami sudah lega,” katanya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.