Sebanyak 19 ribu penderes di Kabupaten Kebumen mendapatkan dapat BPJS Ketenagakerjaan. Dengan memiliki BPJS Ketenagakerjaan, penderes mendapatkan jaminan jika mengalami kecelakaan kerja dan jaminan ketika meninggal dunia.
Secara simbolis, pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan dilakukan pada Rabu (12/11/2025) di kantor Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Kegiatan tersebut adalah bagian komitmen Pemerintah Kabupaten Kebumen guna memberikan perlindungan jaminan sosial kepada sektor pekerja informal yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian, khususnya para penderes nira kelapa.
Dikutip dari website Kecamatan Buayan, Camat Buayan Nur Wahyudi mengatakan, dengan BPJS Ketenagakerjaan keluarga penderes akan menerima santunan yang layak jika terjadi musibah. “Namun tentunya kita tidak menginginkan musibah tersebut terjadi,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen Cokro Aminoto mengatakan bahwa pendanaan untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan bagi para penyadap nira kelapa adalah melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dia mengatakan, penyadap nira kelapa perlu BPJS Ketenagakerjaan karena kerjanya sangat berisiko.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kebumen, Chairil Anwar mengatakan, memang perlu koordinasi bersama dalam merealisasikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Koordinasi antara penyelenggara dan juga masyarakat yang memiliki kesadaran pentingnya BPJS Ketenagakerjaan.
Penderes
Seperti diketaui penderes adalah salah satu pekerja penting dalam produksi gula kelapa. Para penderes adalah adalah mereka yang mengambil nira kelapa atau penyadap nira kelapa untuk kemudian jadi bahan baku gula kelapa.
Para penyadap nira kelapa biasanya memanjat pohon kelapa dan itu sangat berisiko tinggi. Apalagi jika kondisi pohon kelapa basah karena setelah hujan, maka pohon pun licin. Situasi kecelakaan pemanjat pohon kelapa juga beberapa kali terjadi.
Di Kebumen pada awal tahun ini ada yang meninggal dunia. Kasus tersebut terjadi pada Februari 2025 di mana ada yang meninggal dunia terjatuh saat memanjat kelapa. Kasus itu terjadi di Petanahan.
Lalu, pada Oktober 2024 seorang berusia 70 di Rowokele meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa. Fenomena kecelakaan ini bukan hanya terjadi di Kebumen. Di beberapa daerah yang masih banyak penderes, fenomena kecelakaan ini juga terjadi. Misalnya di Kabupaten Banyumas.
Di sisi lain, banyaknya penyadap nira kelapa dan industri rumahan gula kelapa membuat beberapa pemerintah daerah memberikan bantuan.
Alternatif
Sebenarnya ada juga usaha yang dilakukan di beberapa tempat untuk meminimalisir kecelakaan kerja para pekerja pemanjat pohon kelapa tersebut. Salah satu caranya adalah mengembangkan kelapa pendek yang bernama genjah entog.
Kelapa genjah entog ini hanya bertinggi maksimal 2,5 meter. Hal itu akan sangat membantu para penderes guna mendapatkan nira kelapa dengan cara yang lebih tidak berisiko. Di Kebumen, Banyumas, dan daerah lain, menanam genjah entog sudah dilakukan. Namun, alternatif belum semua dilakukan. Sebab, masih banyak penderes yang tetap memanjat kelapa tinggi.
*Anda bisa melihat informasi lain di Instagram kami.





