TANAH gerak di Sempor terjadi pada Senin (10/11/2025) sore. Musibah itu persisnya terjadi di Dukuh Penisihan, Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen melakukan pemantauan dan penilaian pada Kamis (13/11/2025) sore. Dikutip dari Instagram BPBD Kebumen, dari musibah itu diketahui bahwa ada tiga keluarga yang terdampak.
Perincian keluarga yang terdampak adalah keluarga Tursimin (50) yang terdiri atas satu keluarga dan 4 jiwa. Keluarga Kasikem (59) yang terdiri atas satu keluarga dan lima jiwa. Keluarga Wasiman (57) yang terdiri atas satu keluarga dan tiga jiwa. Tak ada korban jiwa dan luka dalam musibah tanah gerak tersebut.
Tanah Gerak Rusak Jalan dan Jembatan
Selain merusak rumah warga, tanah gerak di Sempor juga merusak akses jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 cm. Selain itu, merusak sebuah jembatan berukuran 6 x 2,5 meter.
Kerusakan jalan dan jembatan tersebut berdampak pada mobilitas warga dan aktivitas ekonomi lokal. Dengan rusaknya jalan dan jembatan, maka mobilitas warga melambat karena kerusakan infrastruktur tersebut.
Sementara, penanganan sudah dilakukan sejak hari kejadian. Warga bersama aparat desa melakukan kerja bakti untuk membongkar dak teras rumah milik Kasikem serta teras rumah Wasiman yang mengalami keretakan.
BPBD Kebumen juga memberikan imbauan kepada seluruh pemilik rumah di area rawan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Berbagai Musibah dalam 4 Hari
Hujan deras melanda Kabupaten Kebumen sejak 9 November 2025. Sampai 13 November 2025, ada banyak musibah yang terjadi. Musibah itu berupa banjir, tanah longsor, dan gangguan akibat cuaca ekstrem di berbagai kecamatan.
Hingga Kamis (13/11/2025) pukul 19.00 WIB, terdapat 20 titik longsor salah satunya di Karanggayam. Lalu, ada 6 titik banjir, dan 7 lokasi terdampak cuaca ekstrem. Dari banyak musibah itu, sebagian besar telah tertangani, sementara beberapa lokasi masih dalam proses penanganan karena kondisi medan yang membutuhkan peralatan tambahan.
Total warga terdampak banjir mencapai 715 KK atau 2.300 jiwa. Namun, mereka sudah kembali beraktivitas normal seiring surutnya air. Sementara itu, satu warga di Desa Selogiri masih mengungsi pada malam hari saat hujan lebat untuk alasan keselamatan. Tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa.
Di sisi lain, BPBD Kebumen telah menyalurkan 8.000 liter air bersih ke Kelurahan Panjatan, mengirim bantuan peralatan kebencanaan, dan mendukung dapur umum yang dikelola Dinsos PPKB.
*Anda bisa melihat informasi lain di Instagram kami.





