Mantan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto diperkenalkan sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Rakyat Indonesia (PRI). Hal itu diketahui dari unggahan Instagram dpp.pri, belum lama ini.
PRI diketahui adalah partai yang dipimpin oleh mantan Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin. Nazaruddin sendiri populer saat dia tersangkut kasus korupsi. Nazaruddin diproses oleh KPK dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet. Dalam kasus yang ramai di 2011-an itu, Nazaruddin divonis bersalah.
Setelah bebas dari penjara, Nazaruddin kemudian mengumumkan membuat partai. Dia menjadi Ketua Umum PRI. Dari postingan yang ada di Instagramnya PRI terlihat mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.
Karier Politik Wiranto
Sebelum terjun ke dunia politik, Wiranto pernah menjadi Panglima TNI yang di masa itu masih bernama Panglima ABRI. Kemudian, dia mengikuti konvensi Partai Golkar untuk Pemilu Presiden 2004.
Mantan Panglima TNI itu, menang konvensi Partai Golkar dan ikut Pilpres 2004. Kala itu, Wiranto sebagai calon Presiden berpasangan dengan Shalahuddin Wahid, adik dari Gus Dur. Namun, dalam Pilpres 2004, Pasangan yang diusung Partai Golkar dan PKB itu di posisi tiga.
Setelah Pilpres 2004, beberapa tahun kemudian, pensiunan jenderal bintang empat itu memutuskan membuat Partai Hati Nurani Rakat (Hanura). Pada Pilpres 2009, dia kembali mengikuti Pilpres tapi sebagai calon Wakil Presiden mendampingi calon Presiden Jusuf Kalla. Pasangan tersebut ada di posisi tiga dalam Pilpres 2009. Di dua periode pemerintahan Jokowi, Wiranto masuk pemerintahan. Di pemerintahan Prabowo, Wiranto menjadi utusan khusus Presiden bidang politik dan hukum.


