Situasi perang di Timur Tengah berdampak pada sepak bola. Timnas Irak kerepotan jelang kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde 5 yang akan dilaksanakan di Meksiko akhir bulan ini.
Seperti diketahui, situasi di Timur Tengah bergejolak setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Iran pun melawan dengan menyerang Israel. Bahkan, Iran juga menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di negara Timur Tengah.
Situasi tersebut membuat lalu lintas udara tak bisa digunakan. Penerbangan dari dan ke Timur Tengah pun tak bisa dilakukan. Di situasi itu, Irak harus melakoni laga kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde 6 di Meksiko. Juara Piala Asia 2007 itu akan bermain pada 31 Maret 2026 melawan pemenang Bolivia vs Suriname. Ronde 6 ini adalah pertemuan antarnegara beda benua.
Tapi, dengan kondisi saat ini, tim negara beribukota di Baghdad itu jelas kesulitan untuk terbang ke Meksiko. Pelatih Singa Mesopotamia yakni Graham Arnold juga terpaku di Uni Emirat Arab dan tak bisa ke mana-mana. Kabar terbaru dari banyak media di luar negeri menyebut Graham Arnold meminta laga kualifikasi ditunda karena situasi perang saat ini.
FIFA Belum Merespons Irak
Sejauh ini, FIFA belum merespons soal situasi perang dan dampaknya pada kualifikasi Piala Dunia 2026. Yang pasti beberapa waktu lalu FIFA menyebut bahwa kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde 6 akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal.
Beberapa spekulasi pun muncul terkait hal ini. Jika Irak dicoret, maka penggantinya adalah UEA selanjutnya Oman selanjutnya Indonesia. Hal itu sesuai dengan ranking terakhir ronde 4 kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun, situasi UEA dan Oman pun setali tiga uang. Mereka kerepotan pergi melalui jalur udara karena dua negara itu masuk wilayah Timur Tengah yang sedang bergejolak. Di sinilah spekulasi muncul Indonesia bisa menggantikan Singa Mesopotamia.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




