44 Sekolah di Purbalingga Direvitalisasi, Bupati Fahmi Dorong Percepat Peningkatan Mutu Pendidikan

Nestya Zahra
Mentri pendidikan dasar saat meresmikan 44 sekolah revitalisasi di Purbalingga. (dok. Humas Purbalingga)

44 Sekolah dari jenjang TK hingga SMP memperoleh program revitalisasi selama periode 2025–2026 dengan total anggaran mencapai Rp39,58 miliar, sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia.

Hal ini terjadi saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan revitalisasi 32 sekolah dan menyerahkan program untuk 12 sekolah tambahan. Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat, termasuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Peresmian 44 sekolah ini menjadi komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Purbalingga kembali mendapat dukungan nyata dari pemerintah pusat.

Program tersebut ditandai dengan peresmian revitalisasi 32 satuan pendidikan tahun 2025 sekaligus penyerahan mock up revitalisasi 12 sekolah tahun 2026 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di SMP Negeri 2 Kutasari, Sabtu (27/6/2026).

Bupati Fahmi: Dukungan Pemerintah Pusat Tingkatkan Mutu Pendidikan

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengapresiasi berbagai program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dinilai telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Menurutnya, sejumlah program strategis seperti digitalisasi pembelajaran melalui Interactive Flat Panel (IFP), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga revitalisasi sekolah telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca juga  Hujan Deras di Purbalingga Akibatkan Longsor dan Debit Air Sungai Meluap

“Kami merasakan betul bagaimana komitmen dan kebijakan berbagai program kementerian selama ini telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah, tentunya termasuk di Kabupaten Purbalingga,” ujar Fahmi.

Ia menjelaskan, seluruh sekolah di Purbalingga kini telah memiliki satu hingga dua perangkat Interactive Flat Panel yang membantu proses belajar mengajar, termasuk di wilayah terpencil.

Selain itu, pada pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 tahap pertama, Kabupaten Purbalingga memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp32,25 miliar yang diberikan kepada 45.651 siswa mulai jenjang Paket A hingga SMA/SMK.

Sementara melalui program revitalisasi, sebanyak 44 sekolah menerima bantuan pembangunan, terdiri atas 32 sekolah pada 2025 dan 12 sekolah pada 2026, dengan nilai anggaran mencapai Rp39,58 miliar.

Pemkab Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fahmi juga mengungkapkan bahwa Purbalingga telah diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare dan berharap realisasi pembangunan dapat segera diprioritaskan oleh pemerintah pusat.

“Pemkab Purbalingga telah menyediakan lahan 20 hektare untuk SNT ini dan saat ini sedang menunggu penetapan SK, lokasi, dan Inpres. Nah ini mohon untuk diprioritaskan, Pak Menteri,” katanya.

Baca juga  Hujan Angin Terjang Purbalingga, Rumah dan Kandang Ayam Porak Poranda

Fahmi berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga semakin meningkat.

Mendikdasmen: Kuota Revitalisasi Sekolah Masih Berpeluang Bertambah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa alokasi revitalisasi bagi Purbalingga pada tahun 2026 masih berpotensi bertambah seiring rencana pemerintah menambah kuota revitalisasi sekolah secara nasional.

“Tahun 2026 memang baru alokasi 12 sekolah. Saya katakan ‘baru’ karena itu dari kuota sementara sebanyak 11.744 sekolah. Namun Pak Presiden sudah menyampaikan berulang bahwa tahun ini akan ada tambahan alokasi 60 ribu sekolah lagi,” jelas Abdul Mu’ti.

Ia memperkirakan total sekolah yang akan direvitalisasi secara nasional pada 2026 mencapai sekitar 71.744 satuan pendidikan, sehingga peluang tambahan bagi Kabupaten Purbalingga masih sangat terbuka.

Selain meningkatkan kualitas sarana belajar, Abdul Mu’ti menegaskan program revitalisasi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui sistem swakelola yang melibatkan tenaga kerja lokal serta penggunaan material dari toko setempat.

“Anggap saja ada 15 pekerja di setiap satuan pendidikan dikali 71.744, ada sekitar 1,1 juta pekerja yang merasakan manfaatnya. Kalau revitalisasi ini berjalan, insyaallah ekonomi di daerah ini bergerak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh proses pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Baca juga  Purbalingga Lolos Verifikasi Kota Sehat 2025, Ini Kata Sekda Herni

“Tolong dipastikan jangan ada yang dikorupsi. Kalau ada pihak yang menjanjikan sekolah mendapat program ini dan minta fee, tolong dilaporkan. Inspektorat Jenderal akan turun di manapun berada. Karena ini komitmen kami memastikan revitalisasi berjalan sesuai arahan Presiden dan anak-anak bisa sekolah yang aman dan nyaman,” tegasnya.

Siswa Rasakan Langsung Manfaat Revitalisasi 44 Sekolah

Perubahan fasilitas pada 44 sekolah turut dirasakan oleh para siswa. Salah satunya disampaikan Nada Zahra, siswi SMP Negeri 2 Kutasari.

Ia mengungkapkan, sebelum revitalisasi, ruang kelas sering bocor saat hujan, jumlah toilet terbatas, dan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) masih bergabung dengan ruang olahraga.

Kini kondisi tersebut telah berubah sehingga kegiatan belajar menjadi jauh lebih nyaman.

“Alhamdulillah sekarang ruang kelas bisa lebih nyaman, tidak bocor lagi ketika digunakan untuk belajar. Kemudian ada tambahan beberapa toilet yang bersih, nyaman dan layak. Selain itu kini kami juga memiliki ruang UKS tersendiri sehingga ketika kami membutuhkan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah,” ungkap Nada.

Program revitalisasi sekolah diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung lahirnya generasi unggul di Kabupaten Purbalingga.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.