Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 akan menjadi motor percepatan pembangunan di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga. Dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1 miliar, program ini difokuskan pada pembenahan infrastruktur vital sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan target utama membuka akses ekonomi melalui pembangunan jalan desa penghubung Krangean–Ponjen sepanjang 1.173 meter.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga melalui Perwira Seksi Teritorial, Kapten Cpl Bangun Widodo, menjelaskan bahwa proyek fisik mencakup berbagai pekerjaan strategis. Mulai dari pembangunan plat beton sepanjang 869 x 2 meter, pengaspalan 324 x 3 meter, hingga penghamparan sirtu sepanjang 508 x 2 meter. Selain itu, pembangunan talud, drainase, serta pelebaran jembatan juga menjadi bagian penting dari program ini.
“Total anggaran untuk sasaran fisik mencapai Rp1 miliar, terdiri dari Rp200 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Rp800 juta dari APBD Kabupaten Purbalingga. Ditambah dukungan operasional dari Mabes TNI sebesar Rp338,3 juta,” jelasnya dalam Rakornis TMMD di OR Graha Adiguna.
Menurutnya, Desa Krangean dipilih bukan tanpa alasan. Selain kondisi sosial masyarakat yang dinilai kondusif, akses jalan desa yang sempit dan rusak selama ini menjadi kendala utama aktivitas ekonomi warga.
“Jalan ini sangat vital bagi mobilitas dan perekonomian warga. Ditambah lagi, antusiasme masyarakat terhadap TMMD sangat tinggi,” katanya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD 2026 juga menyasar peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program nonfisik dan sosial. Di antaranya pemugaran 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penanaman 7.300 pohon, pembangunan jaringan pipanisasi untuk irigasi, penyediaan toren air bersih bagi 350 kepala keluarga, pembangunan MCK, hingga kegiatan bersih lingkungan.
Sementara itu, Bupati Purbalingga melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Tri Gunawan Setyadi, menegaskan pentingnya pelaksanaan program secara transparan dan akuntabel.
“Seluruh kegiatan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat agar hasil pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga berkelanjutan.
“Libatkan masyarakat dalam setiap tahapan, sehingga tumbuh rasa memiliki dan hasilnya bisa dirawat bersama,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong optimalisasi kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan dampak jangka panjang TMMD benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dengan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, TMMD 2026 diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjadi titik balik kebangkitan ekonomi Desa Krangean.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



