Selama lebih dari setengah abad, kapal perang jenis battleship menjadi lambang supremasi militer laut suatu negara.
- Kapal Inggris King George V dan Filosofi Keseimbangan
- Kapal Amerika South Dakota dan Era Radar
- Kapal Italia Vittorio Veneto di Laut Mediterania
- Kapal HMS Hood dan Kejatuhan Simbol Inggris
- Kapal Richelieu dan Inovasi Prancis
- Kapal Bismarck dan Ambisi Jerman
- Kapal HMS Vanguard, Penutup Era Inggris
- Kapal USS Iowa, Ikon Amerika Serikat
- Kapal Yamato dan Musashi, Puncak Ukuran Battleship
Sebelum kapal induk mendominasi strategi angkatan laut modern, kapal perang adalah benteng terapung yang merepresentasikan kemampuan industri, kekuatan persenjataan, dan prestise politik.
Dengan lapis baja tebal serta meriam berkaliber besar, kapal-kapal ini mendominasi samudra sejak awal abad ke-20 hingga berakhirnya Perang Dunia II.
Meski perannya mulai tergeser setelah perang, kapal perang tetap meninggalkan jejak kuat dalam sejarah militer global.
Bahkan Angkatan Laut Amerika Serikat masih mengoperasikan kapal perang kelas Iowa hingga Perang Teluk 1991, membuktikan daya tahan konsep battleship dalam konflik modern.
Kapal Inggris King George V dan Filosofi Keseimbangan

Inggris membuka era kapal modern dengan kelas King George V yang mulai beroperasi pada 1940. Dengan bobot lebih dari 44.000 ton, kapal ini mengedepankan keseimbangan antara daya tembak, perlindungan lapis baja, dan sistem pengendalian tembakan yang unggul.
Pendekatan tersebut terbukti efektif ketika HMS Prince of Wales berperan dalam pengejaran dan penghancuran kapal perang Jerman Bismarck.
Namun, kehancuran Prince of Wales akibat serangan udara Jepang di Asia Tenggara juga menegaskan bahwa masa depan peperangan laut mulai bergeser ke dominasi udara.
Kapal Amerika South Dakota dan Era Radar

Amerika Serikat menghadirkan kapal perang USS South Dakota pada 1942 dengan pendekatan berbeda.
Meski berukuran relatif kompak untuk kelasnya, kapal perang ini dibekali radar canggih yang memungkinkan pertempuran malam dengan akurasi tinggi.
Pengalaman tempurnya di Pasifik menunjukkan bahwa teknologi elektronik mulai menjadi faktor krusial dalam peperangan laut, melampaui sekadar ukuran dan jumlah meriam.
Kapal Italia Vittorio Veneto di Laut Mediterania

Italia berambisi menguasai Mediterania melalui kapal Vittorio Veneto. Dengan bobot lebih dari 45.000 ton dan kecepatan tinggi, kapal ini menjadi salah satu desain paling modern di Eropa saat itu.
Meski nyaris hancur dalam pertempuran besar, Vittorio Veneto bertahan hingga Italia menyerah, menutup perjalanan kapal perang Italia di Perang Dunia II.
Kapal HMS Hood dan Kejatuhan Simbol Inggris

HMS Hood pernah menyandang predikat kapal perang terbesar di dunia saat diluncurkan pada 1920. Dengan bobot sekitar 47.400 ton, kapal ini menjadi ikon kekuatan maritim Inggris.
Namun kehancurannya yang dramatis akibat tembakan kapal Bismarck pada 1941 mengejutkan dunia dan memperlihatkan betapa rentannya kapal besar terhadap teknologi persenjataan modern.
Kapal Richelieu dan Inovasi Prancis

Prancis menghadirkan kapal perang Richelieu dengan desain tidak biasa, menempatkan seluruh meriam utama di bagian depan.
Dengan bobot hampir 49.000 ton, kapal ini dirancang untuk menghadapi ancaman Italia, lalu berperan penting dalam armada Sekutu setelah dimodernisasi di Amerika Serikat. Richelieu menjadi contoh bagaimana kapal perang berevolusi mengikuti tuntutan perang modern.
Kapal Bismarck dan Ambisi Jerman

Kapal perang Bismarck menjadi simbol ambisi Jerman untuk menantang dominasi laut Inggris. Dengan bobot sekitar 50.000 ton, kapal ini hanya menjalani karier tempur singkat, tetapi meninggalkan dampak besar dalam sejarah.
Penenggelaman HMS Hood memicu pengejaran besar-besaran oleh Inggris, yang berakhir dengan tenggelamnya Bismarck hanya sembilan hari setelah misi perdananya.
Kapal HMS Vanguard, Penutup Era Inggris

HMS Vanguard yang diluncurkan pada 1946 menjadi kapal perang terakhir Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
Dengan bobot lebih dari 51.000 ton, kapal ini menggabungkan pengalaman Perang Dunia II dengan teknologi modern.
Meski tidak pernah terlibat pertempuran besar, Vanguard menandai akhir pembangunan kapal perang besar di Inggris.
Kapal USS Iowa, Ikon Amerika Serikat

Amerika Serikat mencapai puncak desain kapal melalui USS Iowa. Dengan bobot muat penuh sekitar 57.500 ton, kapal ini menggabungkan kecepatan tinggi, daya tembak besar, dan fleksibilitas operasional.
USS Missouri bahkan menjadi lokasi penandatanganan penyerahan Jepang pada 1945 dan kembali aktif dalam Perang Teluk, menjadikannya kapal dengan masa dinas terpanjang dan nilai simbolis tinggi.
Kapal Yamato dan Musashi, Puncak Ukuran Battleship

Jepang menutup daftar kapal perang terbesar dengan Yamato dan Musashi. Dengan bobot lebih dari 72.000 ton dan meriam 46 cm, kedua kapal ini merupakan kapal perang terbesar yang pernah dibangun.
Namun dominasi udara oleh kapal induk membuat kekuatan mereka tidak pernah dimanfaatkan sepenuhnya. Keduanya akhirnya tenggelam akibat serangan udara Amerika, menandai berakhirnya era kapal perang super.

Jika tidak ada kebangkitan kembali battleship di masa depan, sepuluh kapal legendaris ini akan selamanya tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah—monumen baja dari masa ketika kekuatan laut ditentukan oleh meriam raksasa dan lapis baja tebal.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.



