Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Kriteria Ahlul Qur’an yang Memiliki Kedudukan Tinggi di Sisi Allah
Risalah

Kriteria Ahlul Qur’an yang Memiliki Kedudukan Tinggi di Sisi Allah

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 22 November 2025 09:19
Bahron Ansori
Membagikan
Kriteria Ahlul Qur’an yang Memiliki Kedudukan Tinggi di Sisi Allah
Foto: Ilustrasi alquran (Freepik)
Membagikan

Dalam Islam, “Ahlul Qur’an” adalah sebutan istimewa bagi mereka yang dekat dengan Al Qur’an melalui cinta, hafalan, pemahaman, dan pengamalan.

Contents
  • Menghafal adalah bentuk penjagaan terhadap wahyu dan sekaligus pengokohan iman.
  • Tadabbur dan pengamalan adalah bukti cinta sejati.

Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia,” Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Mereka adalah Ahlul Qur’an, keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ahmad). Ini menunjukkan keutamaan dan kedudukan tinggi mereka di sisi Allah.

Cinta kepada Al-Qur’an adalah tanda keimanan sejati. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi petunjuk hidup.

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka…” (Qs. Al-Anfal: 2).

Kecintaan terhadap Al-Qur’an akan mendorong hati untuk senantiasa berinteraksi dengannya. Menghafal Al-Qur’an adalah salah satu amal mulia yang dijanjikan pahala besar.

Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membaca Al-Qur’an, menghafalnya, dan menghalalkan yang halal serta mengharamkan yang haram menurutnya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga…” (HR. Tirmidzi).

Menghafal adalah bentuk penjagaan terhadap wahyu dan sekaligus pengokohan iman.

Berdasarkan laporan dari Global Council for Promotion of Memorizing the Qur’an (2023), diperkirakan ada lebih dari 15 juta penghafal Al-Qur’an di seluruh dunia, dan jumlah ini terus meningkat. Negara dengan jumlah penghafal terbanyak adalah Pakistan, Mesir, dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, Kemenag RI mencatat lebih dari 300 ribu hafidz/hafidzah pada tahun 2022.

Baca juga  Fenomena Munculnya Kabut Tebal di Akhir Zaman, Apa yang Akan Menimpa Umat Islam?

Tak cukup hanya dengan mencintai dan menghafal, Al-Qur’an harus diamalkan dalam kehidupan.

Allah berfirman, “Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan, penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayat-Nya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (Qs. Shad: 29).

Tadabbur dan pengamalan adalah bukti cinta sejati.

Nabi SAW mengeluhkan kepada Allah dalam Al-Qur’an, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan.” (Qs. Al-Furqan: 30).

Mengabaikan Al-Qur’an bisa bermakna tidak membacanya, tidak memahami, tidak mengamalkan, bahkan tidak menjadikannya petunjuk hidup. Ini termasuk dalam bentuk hijrul Qur’an. Penghafal dan pengamal Al-Qur’an akan memperoleh syafaat di hari kiamat.

Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim).

Bahkan, para hafidz akan dikenakan mahkota kehormatan dan diangkat derajatnya sesuai dengan banyaknya ayat yang dihafal dan diamalkan.

Di Indonesia, tren pendidikan tahfidz berkembang pesat. Data Forum Komunikasi Pondok Pesantren Tahfidz (FKPPT) menunjukkan bahwa sejak 2015 hingga 2023, jumlah pesantren tahfidz meningkat dari 1.100 menjadi lebih dari 5.000. Ini menandakan tumbuhnya kesadaran umat Islam akan pentingnya membentuk generasi Qur’ani.

Baca juga  22 Penghafal Al-Quran Terima Bisarah dari Pemprov Jateng

Al-Qur’an adalah penyembuh spiritual. Allah berfirman, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…” (Qs. Al-Isra: 82).

Banyak testimoni menunjukkan bahwa membaca dan menghafal Al-Qur’an mampu memberikan ketenangan jiwa, bahkan membantu penyembuhan gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi.

Orang yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an akan mencerminkan akhlak mulia. Aisyah RA mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an (HR. Muslim). Artinya, orang yang hidup bersama Al-Qur’an akan menjelma menjadi pribadi yang jujur, penyayang, disiplin, sabar, dan penuh kasih. Bukan hanya penghafal, orang tua dari penghafal Al-Qur’an juga mendapat kehormatan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang menghafal Al-Qur’an, mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan dikenakan mahkota pada hari kiamat… dan dipakaikan dua pakaian kemuliaan.” (HR. Abu Dawud).

Ini memotivasi banyak keluarga muslim untuk mencetak generasi Ahlul Qur’an. Secara ilmiah, aktivitas menghafal melibatkan kerja aktif otak jangka pendek dan panjang. Studi di Saudi Arabia dan Mesir menunjukkan bahwa anak-anak penghafal Qur’an memiliki konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir yang lebih baik. Ini karena hafalan mengaktifkan berbagai bagian otak, termasuk lobus frontal dan hippocampus.

Baca juga  Ahad! Satu Kata yang Getarkan Makkah: Kisah Bilal bin Rabah Menantang Maut di Bawah Batu Membara

Ahlul Qur’an tidak hanya unggul dalam ibadah, tapi juga berkontribusi dalam bidang sosial dan profesional. Ketika nilai-nilai Qur’ani diterapkan dalam kepemimpinan, ekonomi, pendidikan, dan hukum, akan terbentuk masyarakat yang adil, berintegritas, dan penuh rahmat. Itulah visi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Di era digital dan informasi, tantangan terbesar adalah menjaga interaksi dengan Al-Qur’an di tengah gempuran konten hiburan dan distraksi. Oleh karena itu, gerakan one day one juz, komunitas penghafal dewasa, dan program mentoring Qur’an menjadi sangat penting untuk menjaga semangat mencintai, menghafal, dan mengamalkan Qur’an secara berkesinambungan.

Ahlul Qur’an adalah cahaya umat, penjaga warisan Nabi, dan pilar kebangkitan Islam. Mencintai Al-Qur’an menyinari hati, menghafalnya menyuburkan jiwa, dan mengamalkannya memperbaiki kehidupan.

Firman Allah: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus…” (Qs. Al-Isra: 9).

Maka siapa pun yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabatnya, ia tak akan pernah tersesat.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:ahlul qur’ankriteria ahlul qur'anpenghafal al-qur'antahfidz
Artikel Sebelumnya IMG 20250527 WA0011 Alhamdulillah, Warga Korban Tanah Gerak di Kali Ireng Sudah Bisa Tempati Rumah Baru Alhamdulillah, Warga Korban Tanah Gerak di Kali Ireng Sudah Bisa Tempati Rumah Baru
Artikel Selanjutnya IMG 20250527 WA0017 Tingkatkan Nilai Keagamaan, Warga Binaan Rutan Banjarnegara Belajar Baca Tulis Al Quran Tingkatkan Nilai Keagamaan, Warga Binaan Rutan Banjarnegara Belajar Baca Tulis Al Quran
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?