Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Saat Peringatan Hari Kiamat Tak Lagi Dianggap Menakutkan
Risalah

Saat Peringatan Hari Kiamat Tak Lagi Dianggap Menakutkan

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 6 Januari 2026 07:40
Bahron Ansori
Membagikan
Hari kiamat
Hari kiamat bukan lagi cerita jauh, melainkan kenyataan yang kian mendekat, namun banyak manusia hidup seolah tidak akan pernah mati.(Ilustrasi gambar Meta AI)
Membagikan

Manusia hari ini tertawa di atas jurang kehancuran. Dunia bergemuruh oleh tanda-tanda akhir zaman, tetapi hati justru semakin keras. Ketika langit dan bumi memberi isyarat, manusia sibuk menertawakan peringatan. Hari kiamat bukan lagi cerita jauh, melainkan kenyataan yang kian mendekat, namun banyak manusia hidup seolah tidak akan pernah mati.

Allah ﷻ telah mengingatkan dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an,
“Telah dekat kepada manusia hari perhitungan mereka, sedang mereka dalam kelalaian berpaling.” (QS. Al-Anbiya: 1). Ayat ini seperti cermin yang retak, memantulkan wajah umat manusia hari ini—sibuk, lalai, dan merasa aman dari azab Allah.

Ironisnya, semakin dekat kiamat, semakin manusia tenggelam dalam hiburan. Tertawa menjadi gaya hidup, candaan menjadi pelarian, sementara dosa dipoles menjadi kewajaran. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda, “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini bukan larangan untuk bahagia, tetapi peringatan agar manusia tidak tertipu oleh tawa yang melupakan akhir.

Baca juga  Fiqih Jual Beli dalam Berdagang

Akhir zaman ditandai bukan hanya oleh kehancuran fisik, tetapi runtuhnya nilai. Zina merajalela, riba dianggap biasa, dusta menjadi strategi, dan amanah dipermainkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Di antara tanda kiamat adalah diangkatnya amanah dan merebaknya kebodohan.” (HR. Bukhari).
Hari ini, amanah dijual demi jabatan, ilmu kalah oleh sensasi, dan kebenaran dikalahkan oleh viralitas.

Manusia merasa cerdas karena teknologi, tetapi lupa bahwa kecerdasan tanpa iman hanyalah alat kehancuran. Allah ﷻ berfirman:
“Mereka mengetahui yang lahir dari kehidupan dunia, tetapi tentang akhirat mereka lalai.” (QS. Ar-Rum: 7).
Betapa banyak orang yang ahli dunia, tetapi buta arah menuju akhirat.

Kematian pun tidak lagi ditakuti. Ia hanya berita, bukan peringatan. Padahal Rasulullah ﷺ mengingatkan:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).” (HR. Tirmidzi).
Namun manusia hari ini justru menunda taubat, seolah maut bisa dinegosiasikan.

Ketika bencana datang, manusia berkata, “Ini hanya musibah biasa.” Padahal Allah ﷻ berfirman:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41).
Bencana bukan sekadar peristiwa alam, melainkan peringatan langit agar manusia kembali.

Baca juga  Kesalahan Kecil yang Bisa Merusak Rumah Tangga, Apa Saja?

Lebih mengerikan lagi, dosa tidak lagi terasa sebagai dosa. Hati mati tanpa disadari. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba melakukan dosa, lalu dititikkan noda hitam di hatinya.” (HR. Tirmidzi).
Jika noda itu dibiarkan, hati akan mengeras, hingga tak lagi mampu membedakan kebenaran dan kebatilan.

Akhir zaman juga ditandai oleh manusia yang takut miskin tapi tak takut neraka. Mereka bekerja siang malam untuk dunia, tetapi malas untuk akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang dunia menjadi tujuannya, Allah akan mencerai-beraikan urusannya.” (HR. Ibnu Majah).
Hidupnya sibuk, tetapi jiwanya kosong.

Namun di balik kengerian itu, Allah ﷻ tetap membuka pintu harapan. Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, taubat masih diterima. Allah ﷻ berfirman:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53).
Ayat ini adalah cahaya di tengah gelapnya akhir zaman.

Keselamatan bukan milik mereka yang sempurna, tetapi milik mereka yang sadar dan kembali. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang cerdas adalah yang menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi).
Inilah kecerdasan sejati—hidup dengan kesadaran bahwa setiap langkah akan dipertanggungjawabkan.

Baca juga  Penjelasan Hadis dan Fakta Medis Soal Perut yang Menjadi Sumber Penyakit

Hari Kiamat Bukan Dongeng

Jika hari ini manusia masih tertawa, jangan sampai esok mereka menangis tanpa air mata. Hari kiamat bukan dongeng untuk menakut-nakuti, tetapi kepastian yang menunggu. Allah ﷻ berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Pertanyaannya bukan apakah hari kiamat akan datang, tetapi dalam keadaan apa kita menghadapinya. Tertawa dalam kelalaian, atau tunduk dalam taubat? Akhir zaman adalah panggilan terakhir. Siapa yang mendengar dan kembali, ia selamat. Siapa yang menertawakan, ia mempertaruhkan segalanya.

Karena ketika hari kiamat benar-benar tiba, tidak ada lagi tawa. Yang ada hanyalah penyesalan… dan saat itu, semuanya telah terlambat.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

TAG:Hari kiamat
Artikel Sebelumnya Januari 2026 Apakah Januari 2026 Ada Tanggal Merah Usai Libur Nataru? Cek di Sini!
Artikel Selanjutnya Persak Kebumen Persak Kebumen Harus Bangkit, Sihir Mbah Gatot Diuji
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?