Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Penjelasan Hadis dan Fakta Medis Soal Perut yang Menjadi Sumber Penyakit
Risalah

Penjelasan Hadis dan Fakta Medis Soal Perut yang Menjadi Sumber Penyakit

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 21 November 2025 22:43
Bahron Ansori
Membagikan
orang sedang sakit perut, perut sumber penyakit
Ilustasi gambar orang sedang sakit perut. (Sumber: Freepik)
Membagikan

Sering kali kita lupa bahwa perut sumber penyakit yang dapat merusak tubuh dan menurunkan kualitas ibadah. Ketika perut terus dipenuhi tanpa kendali, muncul berbagai dampak seperti kantuk, lemahnya akal, serta risiko penyakit serius mulai dari diabetes, kolesterol, hingga tekanan darah tinggi.

Contents
  • Hadis Rasulullah Tentang Perut Sumber Penyakit
  • Pelajaran Penting dari Hadis tentang Pola Makan Sehat

Hadis Rasulullah Tentang Perut Sumber Penyakit

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun telah memperingatkan kita jauh sebelum sains modern menemukan fakta-fakta tersebut. Maka, sudah saatnya kita menyadari bahwa mengumbar nafsu makan bukan sekadar soal selera, melainkan awal kehancuran diri bila tidak dikendalikan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٍ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tidak ada wadah yang diisi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. Tirmidzi, no. 2380; Ibnu Majah, no. 3349; hasan sahih)

Pelajaran Penting dari Hadis tentang Pola Makan Sehat

Hadis ini menunjukkan bahwa mengisi perut secara berlebihan merupakan kebiasaan buruk yang mendatangkan kerusakan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan panduan ideal: makan secukupnya untuk mempertahankan kekuatan, dan bila perlu makan lebih, tetap dibatasi sepertiga-sepertiga, demi menjaga kesehatan tubuh dan kestabilan jiwa. Berikut beberapa pelajaran penting dari hadist di atas.

Baca juga  Menjadi Pribadi yang Dirindukan dan Dikenang Zaman

Pertama, Perut adalah Wadah Penting, tapi Berbahaya jika Disalahgunakan. Perut adalah pusat konsumsi. Apa yang masuk ke dalamnya akan diserap oleh tubuh dan memengaruhi organ-organ penting. Ketika perut diisi sembarangan atau berlebihan, berbagai penyakit pun bisa timbul, mulai dari penyakit fisik hingga penyakit hati seperti malas ibadah.

Kedua, Keseimbangan antara Fisik dan Ruhani. Hadis ini juga mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik dan ruhani. Orang yang terlalu banyak makan akan merasa berat untuk beribadah. Perut yang kenyang bisa menyebabkan kantuk, malas, dan sulit untuk fokus dalam shalat dan membaca Al-Qur’an.

Ketiga, Pelajaran Gizi: Proporsi Sepertiga-Sepertiga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam secara luar biasa mengajarkan konsep proporsi yang seimbang: sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga udara. Konsep ini terbukti secara ilmiah mencegah gangguan pencernaan dan menjaga efisiensi kerja lambung serta sistem pernapasan.

Keempat, Puasa sebagai Latihan Menjaga Perut. Ibadah puasa dalam Islam menjadi latihan terbaik dalam menahan hawa nafsu, termasuk nafsu makan. Puasa secara langsung membersihkan perut dari kelebihan makanan dan memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. Ini juga berdampak besar bagi kesehatan fisik dan mental.

Baca juga  7 Cara Menghilangkan Sifat Malas dalam Ibadah

Kelima, Makan Secara Sederhana: Sunnah yang Menyelamatkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya dikenal hidup sederhana, termasuk dalam hal makan. Beliau kadang hanya makan kurma dan air, atau sepotong roti. Meski miskin harta, mereka sehat dan kuat karena tidak berlebihan dalam makan. Ini adalah sunnah yang perlu diteladani.

Keenam, Makanan Halal dan Thayyib. Selain membatasi jumlah makanan, Islam juga menekankan kualitasnya. Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu…” (Qs. Al-Baqarah: 172). Halal dan thayyib berarti makanan itu bukan hanya boleh dimakan, tapi juga baik untuk tubuh.

Ketujuh, Menghindari Makanan Haram sebagai Bentuk Kesehatan Hati. Makanan haram bisa mengeraskan hati dan menjadi penghalang terkabulnya doa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik…” (HR. Muslim). Menghindari makanan haram bukan hanya untuk menjaga tubuh, tapi juga agar hati tetap bersih dan jiwa terjaga.

Kedelapan, Penyakit-penyakit dari Perut: Bukti Nyata. Secara medis, banyak penyakit bersumber dari perut, seperti maag, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, dan gangguan ginjal. Semuanya sering diawali dari pola makan yang salah. Hal ini menunjukkan kebenaran sabda Nabi bahwa perut bisa menjadi “wadah keburukan” bila tidak dijaga.

Baca juga  Penyakit Merasa Senior: Inovasi Mati, Junior Makan Hati

Kesembilan, Mengendalikan Nafsu adalah Jalan Menuju Ketakwaan. Mengendalikan perut adalah bentuk dari mujahadah an-nafs (perjuangan melawan hawa nafsu). Orang yang mampu menahan makan insya Allah juga akan lebih mudah menahan amarah, syahwat, dan keinginan duniawi lainnya. Karena itu, mengatur perut adalah awal dari mengatur hidup secara keseluruhan.

Kesepuluh, Pengaruh Kesehatan Perut terhadap Akhlak dan Ibadah. Ketika perut dijaga dengan baik, seseorang cenderung lebih tenang, ringan ibadah, dan stabil emosinya. Sebaliknya, perut yang terus-menerus kenyang bisa menyebabkan berat tubuh bertambah, kantuk berlebihan, dan kegelisahan. Ini berdampak pada akhlak dan amal keseharian.

Dari hadis di atas dan pelajaran ilmiah yang kita kaji, tampak bahwa Islam sangat memperhatikan urusan perut. Bukan hanya soal jumlah makanan, tetapi juga jenis dan waktunya. Maka, menjaga perut adalah bagian dari ibadah dan bentuk syukur atas nikmat kesehatan yang Allah berikan.

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:bahaya perut kenyangpenyebab sakit perutpola makan dalam islampola makan sehat
Artikel Sebelumnya Padel Fenomena Padel: Dari Booming di Swedia, Kini Naik Daun di Purwokerto
Artikel Selanjutnya Taruna Akpol Taruna Akpol Menembus Lingkar Kemiskinan, Peka Masyarakat
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?