Anggaran Dipangkas Rp393 M, Bupati Cilacap: RSUD Harus Mandiri dan Inovatif!

Earlena
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.(Dok: PROKOMPIM SETDA CILACAP)

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, memberikan instruksi tegas kepada manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap agar segera memperkuat kemandirian finansial dan inovasi pelayanan. Perintah ini dikeluarkan menyusul adanya pemangkasan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang signifikan, yang mencapai Rp393 miliar pada tahun anggaran 2026.

Menurut Bupati Syamsul, pengurangan dana transfer ke daerah tersebut membuat ketergantungan RSUD Cilacap pada APBD menjadi sangat terbatas. RSUD Cilacap, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), didorong untuk memanfaatkan statusnya guna berkembang lebih cepat.

“Kalau ingin cepat berkembang, jangan hanya berharap pada APBD. RSUD Cilacap harus membangun kemandiriannya, meningkatkan layanan, membuka jaringan ke kementerian, serta memperbaiki manajemen pengelolaan keuangan,” tegas Bupati Syamsul.

 

Ancaman Pengurangan Dana dan Keharusan Sinergi

Bupati membeberkan bahwa Cilacap telah mengalami pengurangan TKD sebesar Rp86 miliar pada 2025, dan angka ini melonjak drastis hingga Rp393 miliar pada tahun 2026. Kondisi ini menuntut RSUD untuk kreatif dan proaktif dalam mencari sumber pendanaan.

Baca juga  Menjelajah D'Bonkeh Pass, Pesona Wisata Alam Hidden Gem di Ujung Barat Cilacap

Untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dan alat kesehatan, Bupati juga mendorong manajemen RSUD Cilacap aktif menjalin kerja sama dan membuka jaringan ke berbagai pihak, termasuk kementerian dan jejaring dokter spesialis.

 

Dorong Inovasi dan “Wisata Kesehatan”

Selain kemandirian finansial, Syamsul menekankan pentingnya inovasi pelayanan. Ia mengapresiasi layanan baru RSUD Cilacap yang dinilai unggul dan berpotensi menjadikan Cilacap sebagai tujuan “wisata kesehatan” di Jawa Tengah bagian selatan.

Namun, ia mengingatkan bahwa inovasi dan kemandirian harus berjalan beriringan dengan aspek sosial.

“Kami tidak ingin masyarakat justru merasa pelayanan menurun atau tenaga medis menjadi tidak bersemangat,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat yang masuk adalah bahan evaluasi yang wajar dan harus didengar dari dua sisi agar kebijakan yang diambil tetap seimbang.

“Harapan saya, RSUD Cilacap bisa berkembang mandiri tanpa mengorbankan kualitas layanan. Semua masukan dari dokter dan manajemen kami hargai, dan keputusan harus diambil secara profesional untuk kebaikan bersama,” katanya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Restoran Sien Hieng, Chinese Food Legend di Cilacap Sejak 1940