Klinik Utama Mata JEC Anwari @ Purwokerto meluncurkan layanan inovatif terbaru Dry Eye Spa.
Penggunaan perangkat elektronik berlayar, terutama ponsel, sudah tidak bisa dielakkan pada era digital sekarang. Bukan saja jumlah penggunanya terus bertambah, durasi tatap layar (screen time) juga semakin meningkat.
Kesehatan mata pun terdampak. Salah satu risiko yang umum timbul adalah mata kering! Sayangnya, kondisi ini sering dianggap remeh. Padahal, tanpa penanganan seawal mungkin, mata kering berisiko merusak permukaan mata – dari yang bersifat ringan hingga berat, temporer bahkan permanen.
Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), prevalensi mata kering di Indonesia tercatat sebesar 27,5%. Sementara, di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, selama kurun waktu dua tahun terakhir (2023–2024), jumlah kunjungan pasien dengan keluhan mata kering mencapai lebih dari 72.000 kasus.
Merespons situasi tersebut, Klinik Utama Mata JEC Anwari @ Purwokerto meluncurkan layanan inovatif terbaru Dry Eye Spa. Inovasi ini mengombinasikan terapi medis dan pengalaman relaksasi layaknya spa. JEC Anwari @ Purwokerto menjadi faskes pertama di Jawa Tengah bagian Selatan yang memiliki layanan ini. Peluncuran Dry Eye Spa dibarengi seminar publik: “Redakan Gejala Mata Lelah dengan Dry Eye Spa – Perawatan untuk Mengatasi Mata Kering, Mengganjal, dan Sensitif” – yang dihadiri para influencer, jurnalis, dan undangan.

Kepala Klinik Utama Mata JEC Anwari @ Purwokerto, Dr. Kukuh Prasetyo, SpM, ChM menegaskan bahwa mata kering bukan sekadar keluhan ringan. “Mata kering atau dry eye ditandai dengan hilangnya kestabilan komponen air mata, serta kerusakan atau peradangan pada permukaan mata. Screen time yang sangat intensif dengan durasi panjang dapat meningkatkan kekeringan permukaan mata. Seiring waktu, ini berpotensi memulai siklus mata kering,” katanya.
Di samping screen time berlebih dan keadaan lingkungan tertentu (seperti paparan AC terus menerus, berdebu, kering, berangin, berpolusi udara dan banyak asap rokok), beberapa faktor risiko lain turut memicu mata kering. Antara lain: berusia di atas 50 tahun, khususnya perempuan pasca-menopause; memiliki riwayat operasi mata/penyakit lain yang dapat menimbulkan dry eye; mengonsumsi obat-obatan tertentu; pengguna lensa kontak; serta penderita penyakit metabolik seperti diabetes melitus.
Keunggulan Dry Eye Spa di JEC Anwari @ Purwokerto
Tiga keunggulan utama Dry Eye Spa di JEC Anwari @ Purwokerto adalah, pertama, pendekatan pemeriksaan yang komprehensif dan berbasis teknologi modern untuk menilai kondisi mata kering secara akurat.
Kedua, perawatan mata non-invasif untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas permukaan mata, sekaligus membantu meredakan keluhan mata kering dan mata lelah.
Ketiga, penanganan yang terintegrasi dalam satu ekosistem (pasien tidak perlu berpindah-pindah faskes) untuk yang didukung tenaga medis profesional dan fasilitas modern dengan standar pelayanan kesehatan mata bertaraf internasional.

Dalam penatalaksanaan dry eye, JEC Anwari @ Purwokerto menerapkan pemeriksaan yang modern dan terstandar; meliputi penerapan Fluorescein Pattern FT-BUT dari Prof. Yokoi serta dry eye analyzer. Ini memungkinkan dokter ahli JEC menilai stabilitas dan kualitas lapisan air mata secara lebih presisi sebelum menentukan rencana perawatan yang tepat.
Direktur Utama PT Mitra Anwari, Dr. Anas Anwari, SpM menyampaikan, sebagai bagian dari jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, pihaknya terus menghadirkan layanan kesehatan mata yang adaptif dengan kebutuhan masyarakat masa kini. “Peluncuran Dry Eye Spa merupakan penegasan peran JEC Anwari @ Purwokerto sebagai rujukan terpercaya untuk penanganan kesehatan mata di wilayah Jawa Tengah bagian selatan,” katanya.
Tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, JEC Anwari @ Purwokerto juga konsisten menggagas upaya preventif dan promotif yang berdampak langsung pada masyarakat. JEC Anwari @ Purwokerto tercatat sebagai faskes mata pertama di Jawa Tengah yang menyelenggarakan bakti sosial operasi retina bagi kalangan yang membutuhkan.
Beberapa Fakta Penting
Rata-rata screen time masyarakat Indonesia mencapai 7 jam 38 menit per hari.
65,47% penduduk Jawa Tengah memiliki ponsel (hampir 25 juta dari total 37 juta penduduk).
PERDAMI: Prevalensi mata kering di Indonesia tercatat sebesar 27,5%.
Dry Eye Spa di JEC Anwari @ Purwokerto menjadi solusi penanganan mata kering termodern bagi masyarakat Jawa Tengah bagian selatan.
Tentang JEC
Dengan pengalaman 41 tahun sejak berdiri pada 1984, kiprah JEC dalam memberikan layanannya diakui dalam berbagai bentuk penghargaan prestasi. JEC hingga saat ini telah memiliki 5 rumah sakit mata serta 11 klinik utama mata yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Informasi selengkapnya silakan kunjungi www.jec.co.id.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.







