Sutradara sekaligus kreator konten Bayu Skak resmi mengumumkan Banyumas–Purwokerto sebagai lokasi syuting film berbahasa Jawa Ngapak.
- Alun-Alun Purwokerto, Representasi Kehidupan Kota Banyumas
- Desa Wisata Melung, Juara Nasional dengan Lanskap Pegunungan
- Curug Cipendok, Latar Alam yang Kuat dan Dramatis
- Kampung Batik Papringan, Identitas Budaya Lokal Banyumas
- Hutan Pinus Limpakuwus, Visual Sinematik Kawasan Baturraden
- Proyek Film Bayu Skak Jadi Pembuka Lahirnya Karya Sinema Lokal
Pengumuman Bayu Skak tersebut disampaikan melalui akun media sosial pribadinya setelah wilayah ini memperoleh voting terbanyak di kolom komentar pada unggahan sebelumnya.
Dalam postingan terbaru, Bayu Skak juga menyampaikan bahwa dirinya bersama tim produksi telah bertemu langsung dengan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, untuk meminta izin sekaligus membahas rencana produksi film.
Langkah ini menandai keseriusan proyek film Jawa Ngapak yang digadang-gadang akan mengangkat identitas budaya Banyumasan ke layar lebar.
Terpilihnya Purwokerto menjadi sorotan publik sekaligus membuka peluang Banyumas sebagai destinasi potensial industri film.
Sejumlah lokasi di wilayah ini dinilai memiliki kekuatan visual dan nilai budaya yang mendukung kebutuhan syuting film.
Alun-Alun Purwokerto, Representasi Kehidupan Kota Banyumas
Alun-Alun Purwokerto menjadi salah satu lokasi yang paling representatif untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Banyumas. Aktivitas warga, pedagang, hingga latar bangunan pemerintahan menjadikan kawasan ini cocok untuk adegan keseharian yang dekat dengan realitas sosial.
Selain itu, akses yang mudah dan fasilitas pendukung di sekitar lokasi menjadikan Alun-Alun Purwokerto ideal untuk kebutuhan teknis produksi film.
Desa Wisata Melung, Juara Nasional dengan Lanskap Pegunungan
Untuk latar pedesaan, Desa Wisata Melung di Kecamatan Kedungbanteng menjadi pilihan yang menonjol. Desa yang berada di lereng Gunung Slamet ini baru saja menyabet Juara 1 Lomba Desa Wisata Nusantara 2025, menjadikannya simbol desa wisata unggulan tingkat nasional.
Desa Melung menawarkan panorama pegunungan, hamparan kebun, serta tata desa yang masih alami. Nuansa pedesaan ini dinilai sangat cocok untuk film Jawa Ngapak yang ingin menampilkan kehidupan masyarakat Banyumas secara autentik, baik dari sisi bahasa, budaya, maupun interaksi sosial.
Curug Cipendok, Latar Alam yang Kuat dan Dramatis
Curug Cipendok di Kecamatan Cilongok menghadirkan lanskap alam berupa air terjun dan hutan yang masih terjaga. Lokasi ini cocok digunakan untuk adegan reflektif, perjalanan karakter, maupun konflik emosional dalam film.
Keindahan visual Curug Cipendok dapat memperkuat atmosfer cerita tanpa memerlukan banyak efek tambahan, sekaligus menampilkan sisi alami Banyumas yang jarang diekspos.
Kampung Batik Papringan, Identitas Budaya Lokal Banyumas
Kampung Batik Papringan juga menjadi lokasi potensial untuk syuting film Jawa Ngapak. Aktivitas membatik, lingkungan kampung, serta keterlibatan warga dapat menjadi latar cerita yang menonjolkan kekayaan budaya lokal.
Lokasi ini relevan untuk mengangkat tema tradisi, keluarga, hingga ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal Banyumas.
Hutan Pinus Limpakuwus, Visual Sinematik Kawasan Baturraden
Berada di kawasan wisata Baturraden, Hutan Pinus Limpakuwus menawarkan visual sinematik dengan deretan pohon pinus dan suasana sejuk. Lokasi ini fleksibel untuk berbagai genre film, mulai dari drama hingga komedi.
Pengelolaan kawasan yang baik juga memudahkan proses perizinan dan pengaturan teknis selama produksi.
Proyek Film Bayu Skak Jadi Pembuka Lahirnya Karya Sinema Lokal
Pengumuman Bayu Skak melalui media sosial, ditambah pertemuan langsung dengan Bupati Banyumas, menunjukkan adanya dukungan awal dari pemerintah daerah terhadap produksi film Jawa Ngapak. Terpilihnya Purwokerto melalui voting publik juga mencerminkan antusiasme masyarakat yang tinggi.
Dengan kekayaan lokasi, kekuatan budaya, serta pengakuan nasional seperti yang diraih Desa Wisata Melung, Banyumas memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi film. Proyek film Bayu Skak diharapkan menjadi pintu pembuka bagi lahirnya karya-karya sinema lokal yang mampu berbicara di tingkat nasional.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.






