Kampoeng Kepiting Kutawaru menjadi salah satu destinasi berbasis edukasi dan wisata kuliner yang terus menarik perhatian pengunjung di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Berlokasi di Desa Kutawaru, Kecamatan Cilacap Selatan, kawasan ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata pesisir, tetapi juga memberikan edukasi mengenai berbagai jenis kepiting serta beragam olahan hasil laut yang menjadi ciri khas wilayah setempat.
Sebagai kawasan pesisir yang berada di sekitar laguna Segara Anakan, Kampoeng Kepiting Kutawaru memanfaatkan potensi alam dan kearifan lokal untuk mengedukasi masyarakat tentang ekosistem mangrove dan biota laut, khususnya kepiting.
Konsep ini menjadikan Kutawaru tidak sekadar tempat makan, melainkan sarana pembelajaran yang relevan bagi pelajar, wisatawan, hingga pemerhati lingkungan.
Edukasi Berbagai Jenis Kepiting di Kampoeng Kepiting Kutawaru
Salah satu daya tarik utama Kampoeng Kepiting Kutawaru adalah pengenalan berbagai jenis kepiting yang hidup di kawasan perairan Cilacap.
Pengunjung dapat mengenal kepiting bakau (Scylla serrata) yang menjadi komoditas unggulan. Kepiting jenis ini hidup di kawasan hutan mangrove dan dikenal memiliki daging tebal serta rasa yang gurih.
Selain kepiting bakau, terdapat pula kepiting rajungan yang umumnya ditemukan di perairan laut dangkal. Rajungan memiliki ciri cangkang berwarna kebiruan dan sering diolah menjadi berbagai hidangan bernilai ekonomi tinggi.
Kampoeng Kepiting Kutawaru juga memperkenalkan kepiting kecil yang hidup di area lumpur mangrove, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui papan informasi, penjelasan pemandu lokal, hingga praktik langsung, pengunjung diajak memahami perbedaan karakteristik, habitat, serta siklus hidup kepiting.
Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian mangrove dan sumber daya laut.
Ragam Olahan Kepiting Khas Kutawaru
Tidak hanya berhenti pada edukasi biota laut, Kampoeng Kepiting Kutawaru juga dikenal sebagai sentra olahan kepiting khas Cilacap. Berbagai menu disajikan dengan bahan baku segar hasil tangkapan nelayan setempat.
Olahan kepiting saus asam manis, kepiting saus padang, hingga kepiting bumbu rempah menjadi favorit pengunjung.
Selain olahan kepiting utuh, masyarakat Kutawaru juga mengembangkan produk turunan seperti kerupuk kepiting, abon kepiting, dan olahan kepiting siap saji.
Produk-produk ini menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi kuliner pesisir Cilacap ke pasar yang lebih luas.
Proses pengolahan yang dilakukan secara tradisional namun higienis turut menjadi materi edukasi bagi pengunjung. Mereka dapat melihat langsung bagaimana kepiting diolah dari tahap pemilihan bahan hingga penyajian, sehingga memberikan pengalaman wisata yang informatif dan autentik.
Peran Kampoeng Kepiting Kutawaru dalam Edukasi Lingkungan
Kampoeng Kepiting Kutawaru juga berperan sebagai media edukasi lingkungan, khususnya terkait pelestarian hutan mangrove. Mangrove menjadi habitat utama kepiting dan berbagai biota lainnya.
Oleh karena itu, pengelola secara aktif menyampaikan pentingnya menjaga ekosistem pesisir agar keberlanjutan sumber daya laut tetap terjaga.
Program edukasi ini sering melibatkan sekolah, komunitas, hingga wisatawan umum. Dengan pendekatan wisata edukatif, Kampoeng Kepiting Kutawaru berhasil menggabungkan aspek ekonomi, pendidikan, dan konservasi dalam satu kawasan terpadu.
Keberadaan Kampoeng Kepiting Kutawaru di Cilacap menunjukkan bahwa wisata berbasis edukasi dan kearifan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Melalui pengenalan berbagai jenis kepiting, ragam olahan khas, serta edukasi lingkungan, kawasan ini menjadi contoh pengelolaan potensi pesisir yang berkelanjutan.
Ke depan, Kampoeng Kepiting Kutawaru diharapkan terus berkembang sebagai destinasi edukatif yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.






