Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Dinas Pekerjaan Sumber Daya Air (PSDA) Cilacap menggenjot pembangunan infrastruktur pengairan dan drainase pada tahun 2026. Total ada 104 paket proyek pengairan Cilacap 2026 yang akan digarap dengan dukungan anggaran sebesar Rp 29,1 miliar.
- PSDA Cilacap Garap 104 Paket Proyek Pengairan di 2026
- Anggaran Rp 29,1 Miliar Difokuskan Atasi Banjir dan Genangan
- Drainase dan Irigasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah PSDA Cilacap
- Kondisi Saluran Rusak Berat Jadi Prioritas Penanganan
- Bendungan Matenggeng Masuk Proyek Strategis Pengendalian Banjir
- Akses Air Minum Aman di Cilacap Tembus 53 Persen
- Bupati Minta Program PSDA Tepat Sasaran Meski Anggaran Terbatas
Program tersebut disampaikan dalam apel pagi di lingkungan Dinas PSDA Cilacap yang dipimpin langsung Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Selasa (20/1/2026). Apel dihadiri Sekretaris Daerah Sadmoko Danardono, jajaran asisten Sekda, serta pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.
PSDA Cilacap Garap 104 Paket Proyek Pengairan di 2026
Kepala Dinas PSDA Cilacap Bambang Tujiatno mengatakan, penguatan sektor pengairan menjadi prioritas karena persoalan banjir Cilacap dan genangan air masih kerap terjadi, baik di wilayah perkotaan maupun kecamatan.
Salah satu contoh terjadi di wilayah Majenang, di mana longsoran tanah beberapa waktu lalu menyebabkan kelebihan air di area persawahan. Kondisi tersebut diperparah oleh saluran pembuang yang mengalami sedimentasi tinggi sehingga rawan tersumbat.
“Permasalahan ini membutuhkan solusi berkelanjutan. Karena itu, setiap kegiatan PSDA Cilacap pada 2026 akan disertai imbauan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan dan merawat infrastruktur pengairan,” kata Bambang.
Anggaran Rp 29,1 Miliar Difokuskan Atasi Banjir dan Genangan
Dari total anggaran PSDA Cilacap 2026 sebesar Rp 29,1 miliar, alokasi terbesar berada pada sektor Sekretariat dengan nilai lebih dari Rp 15,8 miliar untuk 14 paket pekerjaan. Sektor drainase Cilacap mendapatkan Rp 6,68 miliar untuk 52 paket, disusul sektor irigasi Cilacap dan air baku sebesar Rp 5,01 miliar untuk 32 paket.
Sementara itu, sektor Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) memperoleh anggaran Rp 1,57 miliar yang dialokasikan ke dalam enam paket pekerjaan.
Drainase dan Irigasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah PSDA Cilacap
Berdasarkan data Dinas PSDA, kondisi infrastruktur pengairan Cilacap masih menghadapi tantangan besar. Dari total luas daerah irigasi mencapai 64.391 hektare, baru 45,10 persen jaringan irigasi yang berada dalam kondisi baik. Sebaliknya, sebanyak 54,90 persen lainnya tercatat rusak berat.
Pada saluran pembuang atau drainase makro, tingkat kerusakan berat bahkan mencapai 90,18 persen dari total panjang lebih dari 3,28 juta meter.
Kondisi Saluran Rusak Berat Jadi Prioritas Penanganan
Meski demikian, kondisi drainase perkotaan relatif lebih baik. Sekitar 93,37 persen jaringan drainase kota berada dalam kondisi layak. Pengelolaan infrastruktur tersebut terbagi dalam empat UPTD, yakni Majenang, Sidareja, Jeruklegi, dan Kroya, dengan beban kerja terbesar berada di UPTD Majenang.
Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas penanganan agar proyek pengairan yang dijalankan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Bendungan Matenggeng Masuk Proyek Strategis Pengendalian Banjir
Selain proyek rutin, Pemkab Cilacap juga menaruh perhatian pada Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat. Proyek strategis nasional dengan estimasi anggaran sekitar Rp 7 triliun ini dirancang multifungsi.
Manfaatnya antara lain sebagai pembangkit listrik dengan total kapasitas 627 megawatt, layanan irigasi seluas 28 ribu hektare, penyediaan air baku sebesar 1,08 meter kubik per detik, serta pengendalian banjir dengan potensi pengurangan hingga 39,34 persen.
Akses Air Minum Aman di Cilacap Tembus 53 Persen
Di sektor pelayanan dasar, capaian air minum aman Cilacap juga menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, akses air minum aman telah menjangkau 53,29 persen penduduk atau setara 333.632 sambungan rumah. Angka tersebut melampaui target sebelumnya sebesar 52,64 persen.
Bupati Minta Program PSDA Tepat Sasaran Meski Anggaran Terbatas
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengapresiasi kinerja jajaran PSDA sepanjang 2025 dan meminta seluruh program pada 2026 dijalankan secara tepat sasaran.
“Meski ada penyesuaian anggaran, kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu harus tetap dijaga. Program PSDA Cilacap harus memberikan dampak nyata bagi pengendalian banjir, produktivitas pertanian, dan kualitas hidup masyarakat,” kata Syamsul.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



