OPERASI Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati, Sudewo, menjadi sorotan publik, lantaran terjadi di saat Kabupaten Pati masih berjibaku dengan bencana banjir yang berdampak pada ribuan warga.
Sejumlah wilayah di Pati dilaporkan masih terendam air, dengan ratusan warga mengungsi dan bergantung pada bantuan logistik serta layanan kesehatan. Di tengah situasi darurat tersebut, kabar OTT KPK langsung menyedot perhatian masyarakat.
OTT KPK Jadi Sorotan, Wagub Minta Masyarakat Tetap Tenang
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Pati tetap berjalan normal dan kondusif, meskipun bupatinya terseret OTT KPK.
Menurutnya, dirinya baru mengetahui kabar OTT KPK terhadap Bupati Pati, Sudewo, melalui pemberitaan media. Hingga kini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menunggu informasi resmi dari KPK.
“Kami baru mendengar lewat media bahwa memang ada OTT terkait Bupati Pati. Kita sama-sama menunggu informasi resmi dari KPK,” ujar Gus Yasin.
Pemprov Jateng Hormati Proses Hukum dan Dukung KPK
Gus Yasin menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung langkah KPK dalam upaya penegakan hukum.
“Kita hormati proses-proses itu. Selama belum ada pengumuman resmi dari KPK, kita juga tidak bisa berspekulasi,” katanya.
Atas nama Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin juga mengingatkan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik-praktik korupsi.
“Mari kita bersama-sama menjaga integritas dan tidak melakukan tindakan-tindakan korupsi,” katanya.
Penanganan Banjir di Pati Dipastikan Tak Terganggu
Di tengah situasi tersebut, Gus Yasin memastikan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Pati tidak terdampak oleh persoalan hukum yang menjerat kepala daerahnya. Menurutnya, pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya korban banjir, tetap menjadi prioritas.
“Pelayanan berupa pasokan makanan dan obat-obatan untuk masyarakat terdampak banjir di Pati akan tetap berjalan normal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Jateng tidak ingin ada satu pun warga yang luput dari penanganan, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penderita stroke, dan warga sakit.
Layanan Aduan Dibuka, Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Untuk memastikan pelayanan tetap optimal, masyarakat diminta memanfaatkan aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni sebagai kanal aduan dan layanan pemerintah, termasuk bagi warga terdampak bencana.
“Jangan sampai ada lagi masyarakat yang tidak tertangani terkait banjir ini. Semua bisa dilaporkan dan akan langsung kami tindak lanjuti,” katanya.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



