Update Penolakan MBG di Banjarnegara: Pengiriman Dihentikan Sementara, Wali Murid Bakal ‘Geruduk’ Awasi Dapur

Heri C
Tim Korwil BGN dan SPPG Semarang didampingi Polsek dan Koramil serta Dindikpora saat mendengarkan keluhan paguyuban wali murid terkait MBG, Senin (26/1/2026). (Foto: Heri C)

Polemik penolakan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh puluhan wali murid di SDN 4 Krandegan, Banjarnegara, terus bergulir. Pihak Yayasan Pikas Edu Kreata selaku mitra Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara terkait aksi protes yang dipicu oleh ketidakpuasan orang tua siswa tersebut.

​Ketua Pembina Yayasan Pikas Edu Kreata, Sugeng, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam atas rentetan keluhan yang muncul. Ia mengakui bahwa evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarang sudah dilakukan berkali-kali. Semarang di sini adalah nama sebuah kelurahan di Kecamatan Banjarnegara.

​”Setiap ada komplain atau keluhan, yayasan langsung melakukan evaluasi. Dan keluhan tersebut sudah berkali-kali. Kami akan lakukan evaluasi secara menyeluruh dari SPPG tersebut,” ujar Sugeng saat ditemui pada Selasa (27/1/2026).

​Tekankan Tanggung Jawab Tim Dapur

​Sugeng menambahkan, pihaknya selalu memberikan instruksi ketat kepada seluruh jajaran di dapur pusat, mulai dari kepala dapur, akuntan, ahli gizi, hingga relawan di lapangan.

Baca juga  Konservasi, 29 Ribu Pohon Ditanam dan 30 Ribu Benih Ikan Ditebar di DAS Serayu

​Ia mewanti-wanti agar kesalahan yang menyangkut kualitas makanan anak-anak tidak menjadi rapor merah yang berulang.

​”Yayasan selalu menekankan agar semua bertugas dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai melakukan kesalahan berulang terkait jatah MBG ini,” tegasnya.

​Penghentian Sementara MBG hingga Rabu

​Di sisi lain, perwakilan paguyuban wali murid SDN 4 Krandegan, Erlina, memaparkan hasil mediasi terbaru. Meski sebelumnya sempat direncanakan penghentian kiriman selama satu minggu, namun kesepakatan terbaru memutuskan durasi yang lebih singkat.

​”Hasil akhirnya, wali murid memberikan kesempatan untuk tidak melakukan pengiriman hingga hari Rabu (28/1/2026). Pengiriman MBG selanjutnya akan kami lakukan dengan pengawasan bersama secara ketat,” jelas Erlina.

​Ancaman Sanksi Tegas dari BGN

​Sebelumnya, aksi “demo” ibu-ibu wali murid pada Senin (26/1/2026) dipicu oleh kekecewaan terhadap kualitas makanan yang diterima siswa. Menanggapi hal itu, Koordinator Wilayah BGN Banjarnegara, Irma Lusita, menjanjikan langkah drastis.

​Irma menyebut evaluasi total akan menyasar SPPG Semarangkidul, meliputi: Variasi dan standar menu, ​Proses kontrol kualitas (quality control) dan ​Kebersihan saat pengemasan (packaging).

Baca juga  Ada Makna Mendalam Dalam Kirab 1.000 Tenong di Sirukun, Ini Pesan Wamen Ahmad Riza

​”Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Jika setelah ini masih ditemukan komplain, tentu akan ada langkah tegas. Kami berjanji segera melakukan pembenahan ketat agar keluhan serupa tidak terulang,” pungkas Irma.

​Kasus ini menjadi sorotan publik di Banjarnegara, mengingat program MBG merupakan program strategis nasional yang sangat bergantung pada kepercayaan orang tua siswa dan kualitas gizi yang disajikan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.