Dari Bengkel Rumahan di Banjarnegara, Karya Mukodas Mengantar Dawet Ayu hingga Papua

Syarif TM
Perajin perlengkapan jualan dawet Ayu Banjarnegara. (dok. kominfo)

DAWET AYU dikenal luas sebagai minuman khas Kabupaten Banjarnegara. Namun di balik kesegaran rasanya, ada peran penting para perajin yang menjaga keaslian tradisi. Salah satunya adalah Mukodas, perajin sekaligus pemilik Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara di Dusun Wanatangi, Kelurahan Argasoka.

Dari rumah sederhana inilah, perlengkapan dagang Dawet Ayu yang otentik diproduksi dan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ujung timur Papua.

Dua Dekade Menjaga Warisan Lewat Tangan Terampil

Mukodas telah menekuni usaha ini lebih dari 20 tahun. Bersama sang istri, ia mengembangkan Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara sebagai pusat produksi perlengkapan dawet terlengkap, yang menjadi rujukan utama para pedagang minuman tradisional Banjarnegara.

Baca juga  Bupati: BUMDes Harus Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Desa

Berbagai kebutuhan dagang diproduksi di sini, mulai dari rombong dawet, gerobak ukir khas, centhong, hingga beragam aksesoris pendukung. Semua dibuat dengan sentuhan tangan terampil yang menjaga standar keaslian Dawet Ayu Banjarnegara.

Produksi Manual, Sarat Makna dan Nilai Lokal

Dalam proses produksinya, Mukodas dibantu dua orang tukang. Setiap tukang mampu membuat lebih dari satu pasang rombong dawet per hari, sepenuhnya dengan teknik manual.

Menariknya, setiap ornamen pada rombong Dawet Ayu bukan sekadar hiasan. Ikon tokoh wayang Semar dan Gareng, misalnya, melambangkan musim mareng (kemarau), doa agar dagangan laris manis saat cuaca panas. Bendera hijau yang terpasang merepresentasikan kesegaran daun pandan sekaligus harapan keberkahan bagi penjual dan pembeli.

Centong Batok dan Kendi Tanah Liat, Penjaga Rasa Asli Dawet Ayu

Keotentikan Dawet Ayu juga dijaga melalui penggunaan centong batok kelapa dan kendi tanah liat. Selain mempertahankan aroma alami, material tradisional ini membantu menjaga suhu gula merah agar tetap stabil dan segar.

Perpaduan seluruh elemen tersebut bukan hanya menjaga kualitas rasa, tetapi juga memperkuat identitas Dawet Ayu sebagai warisan budaya Banjarnegara yang anggun dan lestari lintas generasi.

Baca juga  Slamet SM Resmi Jabat Ketua DPRD Banjarnegara Periode 2024–2029

Tangguh dan Terjangkau, Bisa Dipakai Bertahun-tahun

Dari segi ketahanan, perlengkapan Dawet Ayu buatan Mukodas dikenal kuat. Dengan perawatan yang baik, peralatan ini dapat digunakan 3 hingga 5 tahun untuk pemakaian rutin.

“Alat tradisional ini melambangkan kesederhanaan, kerendahan hati, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam,” kata Mukodas.

Soal harga, produk Mukodas tergolong sangat kompetitif. Sepasang rombong dawet dibanderol sekitar Rp600 ribu, sementara paket lengkap beserta gerobak dijual dengan harga sekitar Rp2,2 juta.

Dari Jawa hingga Papua, Pesanan Datang Lewat Online

Kualitas dan keaslian membuat produk Mukodas diminati secara nasional. Pesanan datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa hingga Papua. Di era digital, mayoritas pembeli memilih pemesanan online untuk memastikan produk benar-benar asli dari Banjarnegara.

Meski peminat sudah meluas hingga mancanegara, Mukodas masih mempertimbangkan rencana ekspor karena kendala logistik.

“Pengiriman ke Papua saja bisa memakan waktu dua minggu hingga sebulan. Tantangannya menjaga kondisi barang tetap prima sampai tujuan,” ujarnya.

Dukungan Paguyuban dan Harapan ke Pemerintah

Perkembangan usaha Mukodas mendapat perhatian dari Lurah Argasoka sekaligus Sekretaris I Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara, Fajar Maskuri. Ia aktif memberikan arahan strategis agar produk perlengkapan dawet asli Argasoka semakin kompetitif di pasar digital.

Baca juga  Kebakaran Rumah Pagentan Berawal Dari Tinggalkan Tungku yang Masih Menyala

“Keaslian adalah alasan utama pembeli. Mereka ingin peralatan yang benar-benar asli dari Banjarnegara,” kata Fajar.

Mukodas dan para pekerja berharap adanya dukungan pemerintah, khususnya dalam pengadaan alat produksi modern yang tetap menjaga nilai tradisional, guna meningkatkan produktivitas perajin lokal.

Dawet Ayu, Warisan Juara yang Harus Dijaga

Harapan tersebut semakin relevan mengingat Dawet Ayu Banjarnegara pernah meraih predikat Minuman Tradisional Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Prestasi ini menjadi pengingat bahwa minuman khas Banjarnegara ini bukan sekadar minuman, melainkan identitas budaya yang patut dilestarikan.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perlengkapan Dawet Ayu berkualitas, orisinal, dan terjangkau, produk Mukodas bisa dipesan melalui Shopee (akun Wawangi), Facebook Muko Das, atau WhatsApp 0852-2787-5210.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.