Wisata Pinang Bayam Wanadadi Banjarnegara, Sensasi Pantai Hingga Mandi Busa dan Kolam Renang

Heri C
Sejumlah pengunjung saat menikmati sensasi hujan busa di kolam renang Pinang Bayam Desa Karangjambe Banjarnegara, Minggu (1/2/2026). (Foto: Heri C)

Buih putih perlahan memenuhi kolam, disambut tawa anak-anak dan keluarga yang berlarian kegirangan. Inilah suasana khas akhir pekan di objek wisata Pinang Bayam, Desa Karangjambe, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara. Wahana mandi busa menjadi magnet utama yang membuat destinasi wisata desa ini tak pernah sepi pengunjung.

Dengan harga tiket masuk yang ramah di kantong, mulai Rp5.000 hingga Rp10.000, Pinang Bayam menawarkan pengalaman rekreasi bernuansa pedesaan dengan sentuhan konsep pantai. Tak heran, wisata ini digemari wisatawan lokal hingga luar daerah yang ingin melepas penat tanpa harus bepergian jauh.

Kepala Desa Karangjambe, Sujadmiko, mengatakan Pinang Bayam dikembangkan sebagai kolam renang tematik yang memadukan panorama alam desa dengan wahana rekreasi keluarga. Pengelolaannya dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangjambe sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi lokal.

“Pinang Bayam kami rancang sebagai wisata keluarga. Selain kolam renang bernuansa pantai, wahana mandi busa rutin kami gelar setiap akhir pekan,” ujar Sujadmiko, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam satu hari terdapat tiga hingga empat sesi mandi busa, dimulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 15.30 WIB. Saat busa mulai memenuhi kolam, suasana langsung berubah meriah, terutama bagi anak-anak yang menjadi penggemar utama wahana tersebut.

Baca juga  Masih Gunakan Sistem Open Dumping, Banjarnegara Di Warning KLH

Tak hanya mengandalkan wahana, Pinang Bayam juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti gazebo, aula, mushola, hingga kantin. Fasilitas tersebut membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana sejuk pedesaan Karangjambe.

Dari sisi kunjungan, Sujadmiko mengungkapkan tren wisatawan terus meningkat. Dalam sepekan, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 1.000 hingga 1.500 orang. Sementara pendapatan kotor yang dihasilkan berkisar Rp40 juta hingga Rp45 juta per bulan.

“Ini menjadi sumber pendapatan desa sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” jelasnya.

Pinang Bayam Tarik Wisatawan Luar Daerah

Daya tarik Pinang Bayam juga menjangkau wisatawan luar daerah. Pengunjung dari Jakarta, Semarang, Solo, hingga Kebumen kerap datang, terutama saat musim libur panjang. Banyak di antara mereka yang kembali berkunjung karena suasana yang nyaman dan pelayanan yang ramah.

Salah satu pengunjung, Eni, mengaku puas berlibur bersama keluarganya di Pinang Bayam. Menurutnya, destinasi ini sangat ramah anak dan cocok untuk wisata keluarga.

“Tempatnya nyaman, tiketnya murah, pegawainya ramah, dan lokasinya dekat jalan raya. Anak-anak senang sekali main di kolam busa,” tuturnya.

Baca juga  Tim Gabungan Temukan Kakek 86 Tahun yang Sempat Dilaporkan Hilang

Dengan konsep sederhana namun tepat sasaran, Pinang Bayam membuktikan bahwa wisata desa mampu menjadi pilihan rekreasi favorit sekaligus penggerak ekonomi lokal di Banjarnegara.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.